Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Laksamana TNI (Purn) Soleman B Ponto mengatakan pengusutan kasus penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J bukan perkara sulit.
Dia mengatakan bahkan untuk mengetahui keberadaan Ferdy Sambo ketika peristiwa berdarah itu berlangsung juga sesuatu yang sukar dilakukan. Adapun Ferdy Sambo mengaku sedang tidak ada berada di rumah saat peristiwa berdarah itu berlangsung dia sedang melakukan tes PCR karena baru tiba dari luar kota.
“Ini gampang sekali. Tanya sopirnya PCR-nya dimana? Tempatnya dimana? Benar nggak di situ, jam sekian?” kata Soleman B Ponto, melalui kanal Youtube Corry Official dikutip Senin (25/7/2022).
Soleman sendiri tampak meragukan jika Ferdy Sambo melakukan tes PCR di luar rumah, lazimnya kata ketika ada pejabat yang hendak melakukan tes Covid-19 mereka biasanya memanggil petugas kesehatan ke rumah, bukan sebaliknya, para pejabat yang keluar dan mencari tempat PCR.
“Nah, ini melanggar kebiasaan ini tadi. Biasanya raja-raja seperti Kadiv Propam rasa-rasanya kalau PCR (petugas) dipanggil. Zaman aku kan Kabais begitu. Mungkin beliau (Ferdy Sambo) lain,” beber Soleman.
Tidak hanya itu Soleman juga menyoroti kondisi tak lazim lainnya, di mana Ferdy Sambo melakukan tes PCR di luar rumah tanpa membawa ajudannya yang kemudian para ajudannya itu terlibat baku tembak di rumah dinasnya.
“Disana bersama siapa? Ada nggak disana? Dengan siapa datangnya? Ajudan dua kok kenapa ditinggal? Ada berapa ajudan?” sambungnya.