Curhat Sampai Nangis Ketakutan Gegara Mau Dibunuh, Kuasa Hukum Brigadir J: Ada Saksi yang Sangat Spektakuler, Nah Saksi Ini Simpan...

Curhat Sampai Nangis Ketakutan Gegara Mau Dibunuh, Kuasa Hukum Brigadir J: Ada Saksi yang Sangat Spektakuler, Nah Saksi Ini Simpan... Kredit Foto: (Facebook/Rohani Simanjuntak)

Ternyata sejak Juni 2022, Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat, disebut mendapat sudah mendapat ancaman pembunuhan. Bahkan, Brigadir J sempat curhat hingga menangis saking takutnya dibunuh.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengklaim memiliki bukti rekaman elektronik terkait adanya ancaman tersebut. Ancaman terakhir dia terima satu hari sebelum kematiannya yakni pada 7 Juli 2022.

"Ada saksi yang sangat spektakuler. Nah saksi ini menyimpan rekaman elektronik di dalam rekaman elektronik ini ada ancaman pembunuhan dari bulan Juni 2022. Ancaman pembunuhan itu terus berlanjut hingga akhir tanggal 7 Juli 2022," kata Kamaruddin saat dihubungi, Senin (25/7/2022).

Baca Juga: Brigadir J Sampai Menangis Saking Takutnya, Ternyata Oh Ternyata... Ancaman Bunuh Bukan dari Bharada E, Tapi Sosok ini!

Kata dia, Brigadir J sempat menyampaikan salam perpisahan kepada orang yang menjadi tempatnya bercerita terkait adanya ancaman ini. Kamaruddin masih merahasiakan sosok teman curhat Brigadir J tersebut dengan pertimbangan faktor keselamatan.

"Saking takutnya almarhum ini sampai dia menangis curhat dia akan dibunuh. Dan dia sudah mengucapkan kata-kata perpisahan bahwa dia sudah yakin dia dibunuh," katanya.

Kamaruddin menyebut bukti rekaman elektronik ini telah disita oleh penyidik siber yang didatangkan dari Jakarta.

"Ancamannya adalah kata-katanya begini 'kalau dia berani naik ke atas dihabisi dia, dibunuh dia' begitu. Dia itu maksudnya Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat," ungkapnya.

Baca Juga: Berbuntut Panjang, Berani Nyenggol Ahok Mending Kuasa Hukum Brigadir J Lebih Baik Minta Maaf atau Dipolisikan?

"Kalau kami kaitkan dengan terjadinya kemarin pembunuhan itu kan kata Karopenmas kan di depan tangga. Berarti kalau analisanya kan dia mau naik tangga makanya dibunuh. Itu kan analisa tapi saya enggak mau dulu mengatakan itu, yang saya paparkan itu fakta-faktanya dulu. Kalau fakta kan tidak pernah berubah," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terkini