Baim Wong Batal Daftarkan Citayam Fashion Week ke Dirjen HAKI, Apa Itu Hak Kekayaan Intelektual?

Baim Wong Batal Daftarkan Citayam Fashion Week ke Dirjen HAKI, Apa Itu Hak Kekayaan Intelektual? Kredit Foto: Dirjen HAKI

Fenomena Citayam Fashion Week yang viral belakangan ini terus menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan kekreativitasan anak muda yang kebanyakan berasal dari pinggiran Kota Jakarta ini yang menjadi sorotan. Akan tetapi, tindakan yang dilakukan Baim Wong dan sang istri, Paula Verhoeven yang menuai kecaman publik.

Diketahui, Baim dan sang istri mendaftarkan Citayam Fashion Week sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI atau HAKI) ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham melalui perusahaannya, PT Tiger Wong Entertainment.

Aksi tersebut mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Bahkan, Ridwan Kamil sempat memberi nasihat kepada Baim Wong melalui media sosialnya.

Baca Juga: Gak Sudi Citayam Fashion Week Didaftarkan HAKI, Anggota DPRD PKS Minta Baim Wong dan Pihak Indigo Sadar Diri!

Melihat banyaknya protes masyarakat, akhirnya Baim Wong mencabut pendaftaran HAKI Citayam Fashion Week. Ia mengklarifikasi tanggapan masyarakat terhadap dirinya yang dianggap mengambil hak orang lain dan sekaligus minta maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Selasa (26/7/2022).

Lantas, apa itu HAKI?

Pengertian HAKI

Hak Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif atas kekayaan individua tau kelompok terhadap karya yang dihasilkan. Karya-karya yang didaftarkan dapat berasal dari ilmu pengetahuan, seni, sastra, dan teknologi.

Karya yang telah mendapatkan HAKI akan dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak dapat digunakan tanpa seizin pemiliknya. Jika digunakan tanpa seizin pemiliknya, maka individu atau kelompok tersebut akan mendapatkan sanksi.

Dengan begitu, HAKI dapat menjadi alat bukti bagi pemilik uuntuk melindungi karyanya digunakan tanpa izin. Selain itu, dengan mendaftarkannya ke HAKI akan mencegah orang lain menggunakan merek yang sama atas karyanya.

Melansir dari laman Kementerian Perdagangan, Hak Kekayaan Intelektual dibagi menjadi dua kategori. Pertama, hak cipta, yaitu hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga: Dengar Nih, Citayam Fashion Week Jangan Dilarang, Cukup Kasih...

Selanjutnya, hak kekayaan industri yang terdiri dari hak paten,merek, desain Industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, dan varietas tanaman.

Di Indonesia, terdapat lembaga yang berwenang dalam mengelola Hak Kekayaan Intelektual, yaitu Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Lembaga tersebut berada di bawah naungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Walaupun tersedia Lembaga hukum yang menaungi, apresiasi terhadap kekayaan inteletual di Indonesia masih rendah. Masih banyak yang beranggapan Hak Kekayaan Intelektual tidak penting dan tidak dibutuhkan. Kenyataannya, Hak Kekayaan Intelektual ini penting dan dibutuhkan para inventor untuk melindungi karyanya dari penggunaan tanpa izin.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini