Penting! Tips Menghindari Kejahatan Siber di Media Sosial

Penting! Tips Menghindari Kejahatan Siber di Media Sosial Kredit Foto: Unsplash/dole777

Tidak dapat dipungkiri, di zaman digital saat ini ini, masyarakat tidak dapat lepas dari yang namanya intenet. Bahkan, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Berdasarkan laporan HootSuite dan We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa pada awal tahun 2021.

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut meningkat sebanyak 15,5 persen atau setara dengan 73,7i total populasi Indonesia. Grafik yang meningkat tersebut dipengaruhi oleh pandemi yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020. Hal tersebut meningkatkan penggunaan internet dan mempercepat adopsi digital pada kegiatan sehari-hari.

Kegiatan-kegiatan yang semula dilakukan secara face-to-face kini beralih ke dalam jaringan (daring), seperti belajar mengajar di rumah, bekerja dari rumah, berbelanja hingga pemeriksaan kesehatan dilakukan menggunakan aplikasi digital.

Baca Juga: Apa Itu Work From Anywhere?

Sayangnya, hal tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital. Menurut Survei literasi digital di Indonesia pada tahun 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori Sedang.

Oleh sebab itu, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, di wilayah Lampung Tengah, Dosen di Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan penggiat Japelidi, Novi Kurnia kembali mengingatkan bahwa dalam menggunakan media sosial juga banyak ancaman-ancaman dan penipuan digital.

Baca Juga: Apa Itu Literasi Digital? Benarkah Indonesia Darurat Literasi Digital?

Sehingga memerlukan keamanan digital yang merupakan sebuah proses penting bagi pengguna untuk mengamankan data-datanya.

“Kita harus rajin atur perangkat lunak kita, maksimalkan perlindungan diri, antisipasi penipuan digital, menomorsatukan rekam jejak digital, asuh digital anak (dua arah), harmoni antar pemangku kepentingan, kompetisi kemanan digital, konitif adalah mengetahui dan memahami konsep digital, kampanye amanah bermedia digital,” jelas Novi Kurnia.

Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, yang memaparkan masifnya penggunaan internet di Indonesia yang membawa serta resiko seperti penipuan online, hoax, cyber bullying, dan kontenkonten negatif lainnya, sehingga peningkatan penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni.

“Saat ini indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5. Yang artinya masih di kategori sedang, belum mencapai kategori baik. Angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital agar selalu siap mengawal percepatan transformasi digital nasional,” ujar Semuel Abrijani Pengerapan.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini