Rudi S Kamri Tanya Kehebatan Eril Hingga Dibuatkan Masjid Miliaran, Gus Umar: Orang Meninggal Masih Aja Lu Nyinyirin!

Rudi S Kamri Tanya Kehebatan Eril Hingga Dibuatkan Masjid Miliaran, Gus Umar: Orang Meninggal Masih Aja Lu Nyinyirin! Kredit Foto: Istimewa

Rudi S Kamri memberikan kritikan keras atas sikap Ridwan Kamil yang ingin membangun masjid miliaran untuk anaknya.

Melalui kanal YouTube Anak Bangsa tersebut, Rudi membandingkan sosok anak Gubernur Jawa Barat yang bernama Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril dengan para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur karena menjaga kedaulatan Indonesia.

Baca Juga: Tahapan Pendaftaran Peserta Pemilu Dibuka Mulai 1 Agustus, KPU Minta Parpol Bersurat Dulu Sebelum Daftar

Rudi S Kamri mengatakan, “Eril siapa yah, apa kehebatannya untuk generasi muda Indonesia atau Jawa Barat saja saya belum pernah melihat. Kenapa dibangunkan masjid megah dengan dana Rp44,48 miliar untuk seorang Eril.”

“Nah tentara-tentara kita atau polisi yang gugur menjaga kedaulatan negara di Papua tidak mendapat penghormatan seperti itu tuh,” sambungnya.

Rudi pun menilai bahwa aksi Ridwan Kamil terlalu berlebihan karena sampai meminta masyarakat untuk ikut membantu pembangunan masjid Al-Mumtadz dekat makam sang anak.

“Karena dananya Rp44,48 miliar Ridwan Kamil tidak sanggup kemudian membuka donasi, inikan koplak. Kalau masjid ini dibangun atas nama pribadi monggo,” tuturnya.

Mengetahui pernyataan tersebut, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau Gus Umar memberikan jawaban menohok dengan mengunggah video pernyataan Rudi itu.

Saat mengunggah video itu, Gus Umar menyampaikan keheranannya karena Rudi masih saja menyinyiri orang yang sudah meninggal dunia padahal dia sendiri tidak terkenal.

Baca Juga: Semua Sudah Jelas, Refly Harun Heran Kasus Kematian Brigadir J Belum Kelar: Seolah-olah Ini Kasus yang Sangat Berat..

Ia pun menyebut bahwa Rudi hanya ingin panjat sosial atau pansos lewat orang yang sudah meninggal tanpa menggali informasi terlebih dahulu.

“Emang lu siapa? Terkenal saja enggak. Orang sdh meninggal msh sj lu nyinyirin. Sbg ortu wajarlah pak @ridwankamil ksh terbaik buat anaknya,” tulisnya dikutip Populis.id dari kanal cuitan akun @UmarHasibuan70_ yang diunggah pada Rabu (27/7/2022).

Ia melanjutkan, “Pak RK sdh klarifikasi klu masjid itu dibangun jauh sblm anaknya wafat. Klu mau pansos jgn dgn org yg sdh wafat. Shame on you.”

Ridwan Kamil sendiri sudah buka suara dan mengklarifikasi tudingan Rudi mengenai donasi yang diberikan oleh masyarakat untuk pembangunan Masjid Al-Mumtadz yang terletak di Cimaung, Kabupaten Bandung itu.

Pada salah satu postingan Instagramnya, Ridwan Kamil menyampaikan tujuh poin untuk menjawab tudingan Rudi tersebut.

Ridwan Kamil menegaskan kalau pembangunan Islamic Center di Cimaung sudah berlangsung sejak lama, tetapi namanya menjadi Al-Mumtadz karena kebetulan Eril meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“HAK JAWAB SAYA, Atas tudingan pak @rudikamri bahwa kami mengemis-ngemis dana pembangunan Al Mumtadz. 1. Islamic Center di Cimaung ini sudah berlangsung 3 tahun sebelum Eril wafat, dengan dana pribadi yang dicicil sesuai rejekinya. Jadi bukan baru diniatkan membangun masjid setelah Eril wafat. Makanya sudah beres 1 lantai basement pada saat Eril wafat,” jelasnya.

Kang Emil menambahkan, “2. Bukan lagi milik pribadi. Sudah berstatus wakaf dari keluarga untuk menjadi pusat dakwah di kawasan Kecamatan Cimaung Kab Bandung. Jadi untuk kepentingan publik bukan properti pribadi lagi. 3. Kebetulan Eril wafat, diinisiasikan namanya menjadi Al Mumtadz.”

Untuk masalah donasi, Ridwan Kamil mengungkap kalau itu adalah permintaan sejumlah masyarakat sendiri, ia pun bersyukur atas hal itu.

Meski begitu, ia menegaskan kalau pembangunan masjid itu akan tetap berlangsung walaupun tidak ada donasi.

Ia menyampaikan, “4. Sejak namanya menjadi Al Mumtadz, ratusan komen/dm masuk yang ingin berdonasi dari skala receh hingga besar untuk masjid ini. Tentulah diterima dengan senang hati. Maka agar tertib administrasi, dibuatkanlah format donasi via kitabisa.com agar mudah pertanggungjawabannya.”

Baca Juga: Mas Anies... Ruhut Mau Ngomong Nih: Hidup itu Jangan Sombong, Merasa JIS Maha Karyanya, Langsung Dipermalukan ke Dunia kan

“5. Ada tidak ada sumbangan masyarakat, seperti halnya 3 tahun pertama, maka ikhtiar membangun masjid ini tetap akan diwujudkan oleh ikhtiar2 pribadi sampai kapan pun selesainya,” lanjut Kang Emil.

Di akhir penjelasannya, Ridwan Kamil pun menyarankan Rudi untuk tidak berburuk sangka jika memang tidak suka dengan adanya donasi tersebut.

Ia juga mengimbau Rudi untuk tabayyun dan bertanya terlebih dahulu sebelum menjadikan seseorang sebagai objek pembahasan.

“6. Jika tidak suka, silakan saja, tapi minimal tidak berburuk sangka dengan menyimpulkan hal-hal yang tidak proporsional,” tegas Ridwan Kamil.

“7. Biasakanlah tabayun, bertanya kepada objek bahasan, karena itu adalah adab yang seharusnya. Terima Kasih, demikian hak jawab kami mewakili keluarga. hatur nuhun,” tutupnya menandaskan.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover