Jadi Buronon KPK, Ini Perjalanan Kasus Mardani Maming

Jadi Buronon KPK, Ini Perjalanan Kasus Mardani Maming Kredit Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Nama Mardani kini menjadi sorotan publik. Pemilik nama lengkap Mardani H. Maming menjadi buronon KPK atas kasus dugaan suap korupsi pengurusan izin usaha pertambangan (IUP) yang terjadi. 

Mardani Maming adalah seorang politikus yang berasal dari kader PDI Perjuangan. Namanya di dunia politik susah tidak asing lantaran beliau sudah cukup lama berkarir di dunia politik. Sebelum menjabat sebagai Bendahara NU, Mardani Maming pernah menjabat sebagai ketua umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan Bupati Tanah Bumbu (2010-2015) dan (2016-2018). 

Kasusnya saat ini masih terus berjalan dan di proses oleh pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pun Mardani beserta adiknya dicegah ke luar negeri selama 6 bulan dalam status tersangka terhitung sejak 16 Juni - 16 Desember 2022. 

Berikut ini perjalanan kasus Mardani Maming: 

Baca Juga: Buron Korupsi Mardani Maming Serahkan Diri ke KPK

KPK Meminta Mardani Maming Untuk Memberikan Keterangan 

Kasus Mardani Maming berawal dari KPK yang meminta Mardani Maming untuk memberikan keterangan. Dalam hal ini kasus/persolan masih dalam tahap penyelidikan. Hal ini benar dikonfirmasi oleh Plt juru bicara KPK, Ali Fikri. 

Tak lama dari situ, pihak imigrasi mengeluarkan larangan Mardani Maming untuk bepergian ke luar negeri selama jangka waktu tertentu atas permohonan KPK. Lanjutnya, saat mengetahui hal ini Mardani Maming mengatakan bahwa ini kasus kriminalisasi dan ada sosok yang tidak menyukai dirinya. 

Mengajukan Pra Peradilan

Saat mengetahui dirinya menjadi tersangka, Mardani Maming mengajukan praperadilan dengan nomor perkara Perk prap no 55/pid.prap/2022/pn jkt.sel pada Senin, 27 Juni 2022. 

Di sini kuasa hukum Mardani Maming menjelaskan ketidak konsistenan pihak KPK atas pasal yang digunakan untuk kasus yang menjerat klientnya. Pun di sini KPK menjelaskab bahwa sudah memiliki bukti-bukti yang kuat atas kasus korupsi pengurusan izin usaha pertambangan (IUP) yang terjadi di antaranya adalah alat bukti berupa 129 dokumen dan keterangan 18 orang yang yang dituangkan dalam Berita Acara Permintaan Keterangan, dan sejumlah bukti lainnya. 

Atas hal ini, praperadilan yang diajukan oleh Mardani Maming tidak disetujui alias menolak gugatan Mardani Maming. 

Baca Juga: Ramai-ramai Tokoh NU Desak Mardani Maming Dipecat dari PBNU Gegara Jadi DPO Terkait Suap Rp 104 Miliar

Jemput Paksa Di Apartemennya

Pada tanggal 25 Juli 2022, KPK melakukan penggeledahan di Apartemen milik Mardani Maming di kawasan Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menjemput paksa Mardani Maming sebagai tersangka kasus suap. 

Sebelumnya, Mardani Maming sudah dipanggil 2X namun selalu mangkir dari panggilan KPK. Pertama saat mengajukan praperadilan, Mardani Maming mangkir dengan alasan masih proses praperadilan. Lalu untuk kedua kali di panggil dan tidak memenuhi panggilan KPK. 

Saat melakukan penggeledahan, KPK tidak menemukan keberadaan Mardani Maming di Apartment miliknya. Akibat hal ini, Mardani Maming ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencaharian Orang) alias Buronan. 

Menyerahkan Diri ke KPK 

Pada hari ini 28 Juli 2022, Mardani Maming menyerahkan diri ke KPK. Politikus PDIP itu datang ke gedung lembaga antirasuah pukul 14.02 WIB didampingi tim kuasa hukumnya. Mardani Maming datang menggenakan pakaian berwarna biru. 

Beliau memprotes atas dirinya yang dianggap buronon, pasalnya beliau sudah mengirimkan surat untuk hadir pada tanggal 28 Juli 2022. 

Baca Juga: Anies dan PA 212 Bakal Dirikan Negara Khilafah Jika Menang Pilpres, Apa Benar?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover