HNW Jangan Ge'er Jadi Ketum PBNU!

HNW Jangan Ge'er Jadi Ketum PBNU! Kredit Foto: Majelis Permusyawaratan Rakyat

Jelang Muktamar sekaligus pemilihan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Desember mendatang, perbincangan soal calon Ketum semakin marak di tengah masyarakat yang antusias akan NU. Baru-baru ini, terdapat sejumlah nama baru yang diajukan untuk menjadi calon Ketum. Terlebih, beberapa nama merupakan sosok non-NU.

Baca Juga: Jadi, Selera Siapa yang Akan Teruskan Estafet Kepemimpinan PBNU?

Salah satu dari nama-nama tersebut adalah eks-Ketua MPR RI sekaligus pentolan Partai Keadlian Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW). Adapun nama HNW pertama kali mencuat setelah diusulkan oleh seorang aktivis Alumni 212 bernama Faizal Assegaf yang dikenal cukup kontroversial. 

Adapun yang menjadi dasarnya mengajukan nama HNW menjadi calon Ketum PBNU adalah pandangannya yang menilai bahwa banyak orang di luar Jawa yang punya potensi memimpin ormas Islam terbesar itu, alih-alih tetap mengacu kepada 'tempurung NU' yang menurutnya membosankan.

"Sudah saatnya Ketum PBNU dari luar Jawa, keluar dari 'tempurung NU' yang membosankan! Misal figur dari Aceh, Papua, Maluku, Makassar atau NTB. Biar menyegarkan dan bukti bahwa kepemimpinan NU tidak berputar-putar atas klaim anak cucu kiyai dan pendiri NU yang berbasis di Jatim & Jateng," cuitnya beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (13/10/2021).

Ia juga mengatakan bahwa NU sebagai ormas Islam terbesar seharusnya tidak bersifat jawasentris dalam hal memilih pimpinan mereka.

"Kalau Ketum PBNU masih dari basis NU Jatim & Jateng, semakin menegaskan NU sebagai ormas nepotisme berbasis kuantitas & history alias 'tempurung lokal' dengan kemasan nasional. Klaim kebhinekaan & kesetaraan yg diperjuangkan NU cuma omong kosong, hanya andalkan hegemoni bani Gus Dur dll," sambungnya.

Lebih lanjut, ia bahkan menyebut pimpinan PBNU dua dekade terakhir ini, yakni Said Aqil Siradj hanyalah pemimpin berwatak politisi dan bukan sosok ulama.

"Wajar PBNU dalam dua dekade ini, seolah 'komplotan politisi siluman berkedok ulama'. Mereka disatukan atas klaim history sebagai ormas terbesar, faktanya justru kerdil, berjalan mundur tanpa memberi solusi yang signifikan. Gusdurin & @saidaqil adalah aktor simbolik, daya rusak yg mereduksi NU!" serunya.

Baca Juga: Rizal Ramli Sebut Said Aqil Ngawur, Makin Lama Makin Ngasal!

Faizal juga menyinggung sejumlah nama tokoh-tokoh penting NU lainnya seperti mendiang K.H. Hasyim Muzadi dan salah satu yang masuk bursa calon Ketum PBNU Gus Baha. Sama halnya dengan Gus Dur dan Said Aqil, mereka disebutnya sebagai politisi dan bukan ulama.

"Gus Dur, Hasyim Muzadi, Aqil Siradj s/d Gus Baha yang kini dijagokan utk mimpin PBNU, mrk bkn ULAMA tapi POLITISI. Itu-itu aja, orgnya! Segelintir orang klaim mereka 'Wali', jelas konyol. Keluar dari tempurung, agar eksistensi & sumber daya NU tdk merosot, cari ulama yang bkn politisi!," pungkasnya.

Setelah menyampaikan sejumlah pendapatnya tersebut, ia pun langsung menyampaikan poin utama dari pendapat-pendapatnya tersebut, yang tak lain adalah mengajukan HNW sebagai Ketum PBNU yang selanjutnya.

"Begini, kalau mau PBNU lepas dr watak kerdil, idealnya dipimpin seperti tokoh PKS pak @hnurwahid, toh beliau jg ulama NU. Ya setidaknya menyegarkan & bukti NU punya komitmen ukhuwah & kebhinekaan," katanya.

Setelah Faizal menyatakan hal tersebut, sontak banyak pihak khususnya para Nahdliyyin yang mencibirnya. Ia dinilai meracau karena pada dasarnya HNW juga seorang politisi tulen yang sudah berkali-kali duduk di kursi pemerintahan dan menjadi petinggi salah satu parpol paling popular di Tanah Air. 

Baca Juga: Tak Setuju Pergeseran Tanggal, HNW Minta Perayaan Maulid Nabi Ditinjau Ulang!

Adapun pernyataannya Faizal tersebut memperoleh sejumlah kritik dan cibiran dari banyak pihak termasuk para Nahdliyyin. Salah satunya berasal dari salah satu Tokoh NU Taufik Damas. Ia menilai bahwa narasi mengangkat orang di luar NU seperti HNW atau wacana lain seperti Ustad Abdul Somad (UAS) menjadi pemimpin NU tak akan pernah terjadi.

"Orang di luar NU tentu boleh bingits beropini tentang kepemimpinan di NU. Tapi kalo sampe ngarep orang macam UAS dan HNW jadi calon Ketum PBNU, berarti ente kagak paham NU. Sampe ujan berkelir pun tidak akan pernah terjadi...," ujar Taufik pada cuitannya, dikutip Rabu (13/10/2021).

Tokoh NU lainnya Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir pun turut menyindir sikap Faizal yang menurutnya heboh atas acara orang lain, yakni Muktamar PBNU.

"Ini orang pada kenapa sih? Yg mau Muktamar warga NU, kenapa mereka yg heboh? Ini kayak ada tetangga mau hajatan nikahin anaknya, mereka diundang juga enggak, eh malah mereka yg heboh: "entar penghulunya ABC saja yah" atau "semoga DEF yg jadi". Ya sudah, ambil berkatnya sana!" tulis Gus Nadir dengan nada satir, dikutip Rabu (13/10/2021).

HNW sendiri pun akhirnya ditarik untuk masuk ke arena perdebatan. Taufik Damas saat itu mencuit dengan mencolek HNW di Twitter.

"@hnurwahid anda dianggap cocok memimpin NU oleh @faizalassegaf. Bagaimana komentar anda, Yat?...," ujar Taufik ke HNW.

Cuitannya tersebut pun langsugn direspons oleh Faizal dengan menyebutkan kelebihan-kelebihan HNW beserta PKS-nya dan membandingkannya dengan PBNU.

"Pak @hnurwahid sdh menjwb dgn karya nyata membesarkn organsiasi modern partai politik yg visioner & tangguh. PKS dgn cepat keluar dr watak wahabi, kembali pd spirit Aswaja yg elegan, sebaliknya PBNU kian merosot & terancam bangkrut. Jd cocok HNW dibujuk utk pimpin PBNU agar maju," paparnya menimpali.

Tak lama setelah polemik ini semakin ramai, pada akhirnya HNW sendiri pun menyampaikan klarifikasi. Ia mengaku tidak setuju atas pendapat Faizal dan menolak untuk diajukan sebagai Ketum PBNU selanjutnya. Ia menilai bahwa sudah seharusnya sebuah organsisasi seperti PBNU dipimpin oleh kadernya sendiri sesuai AD/ART yang telah disepakati. 

"HNW & @PKSejahtera Tolak Saran Faisal Assegaf untuk jadi Ketua Umum PBNU. HNW Ingatkan Agar Setiap Ormas Dipimpin oleh Kadernya, Sesuai AD/ART. HNW Doakan Agar NU Sukses Bermuktamar dan Sukses Pilih Pimpinannya," tegas HNW pada akun Twitter-nya, dikutip Rabu (13/10/2021).

Namun, pernyataannya tersebut justru masih memancing polemik di tengah masyarakat. Banyak yang menilai HNW 'ke-geer-an' karena seakan ia benar-benar diusulkan menjadi calon Ketum PBNU namun seakan dia berbesar hati menolaknya. 

"Ini namanya ke-geer-an...," ujar Taufik Damas meledek.

Salah satu anggota GP Ansor dan Banser NU Afif Fuad Saidi juga turut berkomentar mencibir. 

"Saya mau muntah," katanya sambil mengomentari berita pengusulan sekaligus penolakan HNW menjadi Ketum PBNU itu.

Akun NU Garis Lucu juga turut berkomentar dengan nada satir. Akun tersebut menyindir andaisaja yang menawarkan bukan Faizal Assegaf melainkan orang asli NU, mungkin tak akan ditolak HNW.

"Yg nawarin @faizalassegaf sih. Coba yang nawarin saya..," kata akun tersebut bercanda.

Tak hanya dari kalangan Nahdliyyin, beberapa pihak lain juga turut menyampaikan tanggapannya terkait hal ini. Salah satunya adalah politisi Ferdinand Hutahaean. Ia menilai HNW 'geer' dan bersandiwara agar seakan dirinya merupakan sosok yang bijaksana.

"Ge eR bangat lu Yat..., pengen ya ada yg usulin? Ngga berkelas sama sekali, twit dari buzzernya yg usulin dia tanggapi serius, malu woiiiiii maluuuuu...!!!" ujar Ferdinand frontal.

Pegiat media sosial Mohamad Arifin juga menyampaikan hal senada. Ia menduga skenario yang dibuat HNW dan buzzernya, yakni Faizal tersebut bertujuan untuk meningkatkan posisi tawar HNW.

"Dapat dipastikan tawaran itu bukan datang dari Kaum Nahdliyin. Bisa saja issue tersebut dibuat sendiri utk taktik/strategi menaikkan elektabilitas atau posisi tawar. Kegeeran sekaligus ke-PD-an," katanya.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi juga menilai bahwa HNW sedang berhalusinasi.

"Hahahahahaha... Orang kok, pada Halu begini?," ujar Eko mengomentari polemik tersebut.

Adapun Faizal alih-alih berhenti justru malah semakin menjadi dengan mengomentari pernyataan HNW terkait penolakannya atas usulan menjadi Ketum PBNU. Ia memuji-muji HNW seakan HNW adalah sosok yang bijaksana, tidak seperti calon NU lainnya yang ngotot maju menyerang Said Aqil sebagai petahana.

"Pendukung Gus Baha & Gus-Gus lainnya, monggo dibaca tuh komen pak HNW. Jwbnnya intelek, lembut & ga ngotot utk maju Caketum PBNU dgn cara menyerang Ketum PBNU pak @saidaqil. Makanya legowo utk belajar politik santun dr tokoh NU di PKS, mrk berkontribusi besar bg NU tp tdk arogan!," ungkapnya.

Baca Juga: HNW Mengutuk Keras Oknum Penistaan Agama, Lembaran Alquran Jadi Bungkus Petasan

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini