Andre Rosiade Disenggol Kader Demokrat: Caper Banget, Ngebet Jadi Jubir ya?

Andre Rosiade Disenggol Kader Demokrat: Caper Banget, Ngebet Jadi Jubir ya? Kredit Foto: Instagram/Andre Rosiade

Politisi Partai Demokrat Yan Harahap menyindir Andre Rosiade yang menjawab pernyataan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) soal kebijakan Presiden Jokowi mengizinkan penggunaan APBN untuk penyelesaian proyek kereta cepat.

"Si Andre ini “caper” banget sama EBY. Pengen disapa ya? Lagian yang ditanya dan dikasih saran adalah Pemerintah, tapi si Andre ‘belagak’ mewakili Pemerintah," tulis Yan Harahap dari Twitter @YanHarahap yang dikutip populis.id pada Rabu (13/10/2021).

Lantas, ia menuding bahwa anggota Komisi VI DPR dari F-Gerindra itu kini tengah mengincar jabatan menjadi juru bicara Presiden Jokowi.

"Apa jangan-jangan ngebet pengen jadi jubir Pak Jokowi?" Katanya.

Baca Juga: Duit APBN Dipotek untuk Kereta Cepat, Eh Mas Ibas Jadi Terheran-heran, Katanya..

Sebelumnya, Andre mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan Ibas itu sudah terjawab di rapat-rapat DPR.

"Mohon maaf, mungkin Mas Ibas kurang mengikuti perkembangan rapat di Komisi VI DPR, tapi soal audit proyek kereta cepat ini sudah saya suarakan berbulan-bulan lalu, terakhir pada rapat Komisi VI DPR dengan PT KAI pada 2 September 2021," kata Andre kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Ngabalin Diketawain Said Didu Soal Polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai APBN

Andre mengatakan pemerintah sudah menjawab soal permintaan audit proyek kereta cepat itu.

Sementara itu, Ibas sebelumnya mengusulkan agar proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diaudit.

Baca Juga: Demokrat Sampai Geleng-geleng Lihat Jokowi Hamburkan APBD Buat Proyek Kereta Cepat

Pernyataan itu menanggapi pernyataan pemerintah yang kini menyebut proyek tersebut bisa dibiayai APBN. 

"Fiskal negara tidak bisa terus menerus terlalu banyak hanya untuk Penanaman Modal Negara (PMN). Harus juga dihitung cost dan benefit-nya bagi BUMN. Semoga tidak semakin dalam. Jangan sampai besar pasak daripada tiang agar dapat dicapai keimbangan fiskal antar generasi," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini