Siswi Depresi Usai Dipaksa Pake Jilbab di Sekolah, Video Gus Dur Bahas Nyi Roro Kidul Dipaksa Pake Jilbab Jadi Sorotan, Bikin Ngakak!

Siswi Depresi Usai Dipaksa Pake Jilbab di Sekolah, Video Gus Dur Bahas Nyi Roro Kidul Dipaksa Pake Jilbab Jadi Sorotan, Bikin Ngakak! Kredit Foto: Flickr.com: World Economic Forum

Sebuah video Gus Dur terkait Nyi Roro Kidul yang dipaksa pakai jilbab menjadi sorotan lagi, lantaran beredarnya kabar mengenai seorang siswi di SMA Bantul yang mengalami pemaksaan pemakaian jilbab oleh sekolah.

Sebelumnya, seorang siswi di Bantul dikabarkan depresi usai dipaksa pakai jilbab oleh pihak sekolah.

Pendamping korban Yuliani mengatakan kejadian tersebut terjadi setelah siswa kelas 10 itu mengikuti program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Saat itu siswa dipanggil ke Kantor Bimbingan Konseling atau BK sekolah, lalu diinterograsi karena tidak pakai jilbab.

Seiring dengan peristiwa tersebut, kasus dugaan pemaksaan itu pun menjadi sorotan publik hingga video potongan guyonan Gus Dur kembali ramai jadi perhatian kembali.

Dalam video yang salah satunya diunggah akun YouTube Jas Hijau, Gus Dur sempat bahas soal pemaksaan pakai jilbab di Bantul. Tapi yang dipaksa pakai jilbab tersebut adalah Nyi Roro Kidul.

Baca Juga: Anies Pake Bahasa Arab Bukan Karena Etnis Keturunan Tapi...

Konteks yang diulas Gus Dur tersebut merujuk pada memahami ajaran agama yang dicontohkan dengan peristiwa gempa Jogja 2006 silam.

Diceritakan Gus Dur dalam satu momen ia pernah dimintai pendapat terkait gempa yang terjadi di Bantul oleh salah satu stasiun televisi. Mantan Presiden Indonesia itu sempat kaget lantaran itu bukan kapasitasnya berbicara soal kebencanaan.

Lantas, dengan bercanda, Gus Dur menyebut bahwa sebab gempa Jogja lantaran Nyi Roro Kidul dipaksa pakai jilbab.

"Agama itu ga perlu diterima secara serius, ajarannya yang serius," katanya.

Baca Juga: Ternyata Oh Ternyata... Brigadir J dan Bharada E Bukan Hanya Sebatas AJudan Irjen Ferdy Sambo, Tapi Anggota...

"Itu ada satu kasat ini sampai ngakak, sampai sekarang itu inget sering diceritakan, di televisi saya itu ditanya sebab-sebab gempa di Bantul, lho bayangin saya bukan ahli geologi atau apa, ya saya jawab mungkin gempa bumi karena Nyi Roro kidul dipaksa pakai jilbab," ucapnya disambut tawa presenter dan juga jamaah yang hadir di acaranya.

Disdikpora Menyayangkan

Terlepas dari guyonan Gus Dur tersebut, kasus pemaksaan pakai jilbab yang menimpa siswi di Bantul mendapat perhatian serius baik dari Disdikpora Bantul maupun Provinsi DIY.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menegaskan tak ada aturan yang mengharuskan siswi pakai jilbab di sekolah negeri.

"Terkait dengan penggunaan seragam sekolah khususnya pakaian muslim itu dibebaskan sesuai pilihan masing-masing. Jadi kalau ada sekolah yang memaksakan apalagi sekolah negeri itu jelas tidak betul," katanya.

Kabupaten Bantul saat ini tengah mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) dimana salah satu kebijakannya ialah sekolah harus menjamin dan memberikan perlindungan pada hak-hak anak. Terkait hal tersebut Isdarmoko menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh guru BK SMA Negeri 1 Banguntapan.

Kepada SuaraJogja.id Isdarmoko mengatakan bahwa kewajiban yang semestinya dilakukan oleh guru BK adalah untuk memberikan layanan kepada siswa dalam rangka membantu siswa mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Sementara itu, Kadisdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan pihaknya tengah menelusuri kasus siswi yang dipaksa pakai jilbab tersebut.

"Itu baru kita telusuri. Ini teman-teman baru bentuk tim untuk menelusuri terkait hal tersebut," kata Didik saat dihubungi awak media, Jumat (29/7/2022).

Sejauh ini penelusuran sendiri, kata Didik, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada sekolah yang bersangkutan. Mulai dari kepala sekolah hingga panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Baca Juga: Bharada E Ngaku Nembak Brigadir J, Bukan Lagi Bela Diri Tapi Menghabisi Nyawa Rekannya Sendiri...

Dari sana bahkan ditemukan juga dugaan bahwa sekolah itu memang menyediakan seragam untuk dijual. Namun pihaknya masih akan mendalami lagi terkait temuan itu.

"Tapi masalah kemudian siswa harus membeli atau tidak itu masih kita dalami. Teman-teman masih menelusuri lebih lanjut," ujarnya.

Baca Juga: Ruhut Nyinyirin Putri Anies Akad Nikah Pakai Bahasa Arab, Tokoh NU: Suka Banget Campuri Islam, Gak Belajar dari Kasus Ferdinand

Didik menegaskan secara aturan sendiri sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah tentunya harus mencerminkan replika kebhinekaan. Sehingga memang pemaksaan pemakaian busana atau seragam siswa itu tidak diperbolehkan.

"Jadi memang tidak boleh kemudian satu siswa diwajibkan memakai jilbab itu tidak, artinya memakai jilbab itu atas kesadaran. Jadi kalau memang anak belum secara kemauan memakai jilbab ya tidak boleh dipaksakan karena itu sekolah pemerintah, bukan sekolah basis agama," tegasnya.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover