Pengacara Bharada E Ngegas Dengar Omongan Pihak Keluarga yang Sebut Otak Brigadir J Ditaruh di Kantong Plastik dan di Jahit di Dada

Pengacara Bharada E Ngegas Dengar Omongan Pihak Keluarga yang Sebut Otak Brigadir J Ditaruh di Kantong Plastik dan di Jahit di Dada Kredit Foto: isitimewa

Pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E Andreas Nahot Silitonga angkat bicara menanggapi pernyataan kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak yang menyebut otak Brigadir J ditaruh di kantong plastik dan dijahit di bagian dada. 

Andreas mengaku sangat menyayangkan pernyataan tersebut sebab  hingga kini hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J saja belum keluar, namun pihak keluarga lewat kuasa hukumnya sudah menyampaikan temuan saat autopsi. Dia menilai pernyataan pihak keluarga terkait hal ini condong menghakimi. 

Baca Juga: Otak Brigadir J Ditaruh di Kantong Plastik Terus Dijahit di Dada,  Reaksi Komnas HAM Nggak Disangka-sangka: Kami Percaya...

“Kalau kami menilai apa yang dilakukan keluarga korban atau penasihat hukumnya, ini sudah jauh lebih dari menghakimi, sudah seperti putusan hakim,” kata Andreas  kepada wartawan Selasa (2/8/2022). 

Andreas  mengatakan, semua pernyataan keluarga Brigadir J lewat kuasa hukumnya hanya sekedar kesimpulan yang dibuat sendiri.

“Tapi kita dengar statement dari penasihat hukumnya dari Yoshua seakan-akan sudah benar semua, sudah sempurna itu yang kami sayangkan. Saya harap selama berjalan (prosesnya) tak ada statement yang sifatnya prematur, pertanggungjawabkan secara ilmiah, dan oleh orang yang berkompeten di bidang itu,” katanya lagi.

Andreas melanjutkan, terkait hasil forensik Brigadir J yang disebut disampaikan terlalu dini. Pasalnya, kata Andreas, butuh waktu sekitar 3-4 minggu untuk tim forensik mengeluarkan hasilnya.

“Seperti dalam forensik, tim forensik yang ahli itu butuh 4-8 minggu. Sebelum tim forensik beri statement, itu bisa menjadi liar. Sekarang kalau ditanya apakah dia punya kapasitas itu? Dia bilang dengar dari orang?” ujar Andreas.

Lebih lanjut, Andreas berharap aparat setempat dapat menghukum pihak yang terlibat.

Baca Juga: Mau Susul Istri Ferdy Sambo, Kekasih Brigadir J Malah Mendadak Batal Minta Perlindungan LPSK, Diancam?

“Cuma ada baiknya semua hasil forensik diberikan oleh yang resmi dan kapabilitas sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Apa pun hasilnya, kita juga ikuti proses hukum ini, tampil apa adanya dan siap diberikan oleh hakim nanti,” tandasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover