Aksi penolakan terhadap kebijakan kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) masih terus terjadi di Loh Liang, Pulau Komodo. Kali ini demonstrasi dilakukan oleh warga asli Pulau Komodo.
Sekelompok warga, pria dan wanita menggunakan medium-medium seadanya untuk mengekspresikan penentangan mereka terhadap kebijakan pemerintah. Mereka menyatakan kenaikan tarif masuk TNK menjadi sebesar Rp3,75 juta telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Akan tetapi, respon atas unjuk rasa ini ditanggapi dengan represif oleh aparat, maka nggota Komisi III DPR RI Benny K Harman meminta kepada Kapolri agar aparat tidak melakukan kekerasan kepada warga negara, dia juga meminta agar warga yang ditahan bisa dibebaskan.
"Yth Pak Kapolri. Demonstrasi itu hak menyatakan pendapat yg dijamin UUD 45 & UU Negara. Jika masyarakat Labuan Bajo berdemonstrasi meminta penjelasan/menolak kenaikan tarif masuk TNK, janganlah dihadapi dengan kekerasan. Mohon mereka yang ditahan segera dibebaskan," kata Benny dari akun twitter pribadi pada Rabu (3/8/2022).
Menurutnya pemerintah harus jelaskan terbuka kepada rakyat, apa dasar menaikan tarif masuk TNK secara drastis, dibanding destinasi pariwisata yang masuk kategori New7wonders. Sebab, masyarakat Labuan Bajo tetap menolak meski Presiden Jokowi telah mendukung kenaikan tarif ini.
Baca Juga: Bharada E Ngaku, Brigadir J Masih Sempat Gerak dan Sudah Berlutut, Eh... Di DOR!
Kekisruhan pariwisata di Flores hari-hari ini, inti soalnya adalah, pemerintahan telah memberi kuasa kepada setidaknya empat perusahaan untuk berbisnis sarana dan jasa wisata di dalam Taman Nasional Komodo, namun tarif masuk dinaikkan jadi 3,75 juta yang dikekola PT Flobamor.