Ngaku ‘Disogok’ Utusan Mabes Polri Soal Kasus Kematian Brigadir J, Kamaruddin Lantang: Utusan Presiden Saja Saya Tolak!

Ngaku ‘Disogok’ Utusan Mabes Polri Soal Kasus Kematian Brigadir J, Kamaruddin Lantang: Utusan Presiden Saja Saya Tolak! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, membuat pengakuan mengejutkan mengenai aksi Mabes Polri dalam menutupi kasus kematian polisi yang memiliki nama lengkap Nopryansah Yosua Hutabarat itu.

Menurut keterangannya, Kamaruddin mengaku bahwa dirinya sempat didatangi oleh sejumlah pihak yang diketahui sebagai utusan Mabes Polri.

Baca Juga: Syahadat Seorang Wanita Disebut Bisa Batal Jika Tak Berjilbab, Denny: Ya Syahadat Lagi, Gitu Aja Kok Repot!

Tujuan pihak yang diduga utusan Mabes Polri itu untuk ‘bernegosiasi’ dengan menawari Kamaruddin sejumlah uang agar kasus kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo ini ditutup.

“Yang dilakukan Mabes Polri adalah mengirim utusan-utusan untuk bernegosiasi dengan saya,” kata Kamaruddin dikutip Populis.id dari sebuah video viral yang diunggah akun TikTok @putrabatak047 pada Rabu (3/8/2022).

Secara lantang, Kamaruddin mengaku tidak akan menerima sogokan apa pun dan sebesar apa pun nominal suap tersebut.

Ia pun menceritakan sedikit pengalamannya yang pernah didatangi oleh utusan presiden sampai polisi saat sedang menangani kasus megakorupsi wisma atlet Hambalang.

Purnawirawan perwira tinggi TNI-AD itu menyampaikan, “Saya sudah katakan, (pada) 2011 utusan presiden saja saya tolak.”

“Uang yang berpuluh miliar sampe ratusan miliar sudah saya tolak ketika saya membuka kasus wisma atlet yang merembet ke Hambalang dan yang lainnya itu,” sambungnya.

Baca Juga: Akui Benar Ikut Acara Touring Meski Pakai Penyangga Leher, MBSL Klarifikasi Arti Ketawa Roy Suryo

Kamaruddin kemudian memberikan peringatan kepada Mabes Polri untuk tidak mengajaknya menjalani sesuatu yang bertentangan dengan hukum.

“Oleh karena itu, jangan coba-coba menawarkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum kepada saya karena saya tidak tergoda dengan uang dan kekuasaaan,” pungkasnya.

Kamaruddin mengaku bahwa ia justru ingin memperbaiki institusi kepolisian dan negara ini, baik dari suap-menyuap maupun hal-hal lainnya yang jelas melanggar ketentuan hukum.

Ia menjelaskan, “Saya tergoda memperbaiki institusi kepolisian dan memperbaiki negara ini karena saya punya kepentingan melanjutkan amanah dari opung saya.”

“Kita punya kewajiban moral untuk memperbaiki negara ini,” tegasnya menandaskan.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover