Bharada E Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Rocky Gerung Geleng-geleng: Konflik Antar Bintang di Langit, Batu di Bawah yang Ketiban!

Bharada E Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Rocky Gerung Geleng-geleng: Konflik Antar Bintang di Langit, Batu di Bawah yang Ketiban! Kredit Foto: Istimewa

Pengamat politik Rocky Gerung turut memberi analisisnya terkait penetapan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E menjadi tersangka pembunuhan  Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Rocky mengatakan, jangan sampai Bharada E ini hanya dijadikan tumbal untuk melindungi orang tertentu yang pangkatnya jauh lebih tinggi. 

"Kita terpaksa mesti lihat partitur awalnya apa sih, sehingga kok terlihat semacam komposisi yang diubah-ubah. Arranger-nya siapa. Jadi kalau kita tahu itu, maka dengan mudah kita bisa duga ini ada sesuatu yang lebih tinggi yang harus diselamatkan, yang sering kita sebut janganlah ini konflik antar bintang di langit, terus ada batu di bawah yang ketiban," kata Rocky di akun Youtubenya dikutip Kamis (4/8/2022).

Baca Juga: Dag-Dig-Dug, Ferdy Sambo Berpotensi Susul Bharada E Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, yang Ngomong Bukan Orang Sembarangan!

Menurut Rocky kasus kematian Brigadir J sudah terlampau jauh diseret sehingga persoalan tembak menembak di rumah irjen Ferdy Sambo ini menjadi jauh lebih rumit, hal ini pula yang bikin publik membuat spekulasi liar seputar kematian Brigadir J. 

"Publik sudah merasa terlalu jauh lah permainan ini. Dan itu yang menyebabkan semua orang menduga bahwa ini sudah masuk persoalan yang lebih rumit. Karena soal sikut menyikut di antara bintang, soal order mengorder, soal sebut saja … bahkan gengsi antar angkatan," tuturnya. 

Salah seorang pendiri Setara Institute itu pun meminta agar Polri mengembalikan kasus Brigadir J pada ketajaman ilmu pengetahuan sebelum spekulasi berkembang semakin jauh.

Menurutnya, kasus Brigadir J ini merupakan kesempatan terakhir yang dimiliki Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menunjukkan kepada publik bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengatur institusi Polri.

Rocky Gerung mengimbau agar jangan sampai kasus Brigadir J berakhir dengan berantakannya institusi Polri, sehingga ada pihak yang saling menyalahkan.

Baca Juga: Ngaku Ibu Putri Masih Terguncang, Ferdy Sambo Sampai Mohon-mohon: Doakan Istri Saya, Semoga Lekas Pulih dari Trauma

"Tapi mencicil keterangan, itu terlihat terlalu berbahaya karena ini melawan opini publik. Nah opini publik juga kadang kala masuk kekonyolan, mulai dari sensasi. Jadi ini pertandingan sebetulnya antara opini publik dan opini institusi," ucapnya.

"Kenapa begitu, karena opini publik dari awal mencurigai syarat-syarat scientific yang sedang dipakai. Dan itu dibuktikan bahwa dua kali autopsi, berarti ada syarat-syarat scientific yang dilanggar. Kan itu intinya," tambahnya memungkasi.

Baca Juga: Surya Paloh Tak Hadir di Nikahan Anak Jokowi, Politisi NasDem Ungkap Sebabnya! Ternyata....

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover