Hentikan Kasus Timbunan Bansos dari Presiden di Lahan Kosong, Depok, Polda Metro Jaya: Tidak Ditemukan...

Hentikan Kasus Timbunan Bansos dari Presiden di Lahan Kosong, Depok, Polda Metro Jaya: Tidak Ditemukan... Kredit Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengklaim tidak menemukan unsur pidana di balik timbunan beras bansos dari presiden di lahan kosong, Depok, Jawa Barat. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa beras yang dikubur benar dalam keadaan rusak dan JNE selaku penyalur bansos yang bekerja sama dengan vendor telah menggantinya.

"Bukti dokumennya ada. Makanya kita katakan tidak ditemukan unsur pidananya," ucap Aulia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/8).

Baca Juga: Heboh! Bansos dari Presiden Jokowi yang Dikubur di Lahan Kosong, Depok, Berikut Fakta-fakta Kasus Tersebut

Berdasar hal tersebut, kata Aulia, pihaknya juga akan menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

"Ya, kita hentikan," ucapnya.

Viral

Peristiwa ini terungkap berawal dari kecurigaan seorang warga bernama Rudi Samin yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan tersebut. Rudi mengaku mendapat laporan dari salah satu rekannya yang bekerja di JNE.

"Saya dapat informasi dari orang dalam JNE yang katanya ada pemendaman sembako," ujarnya.

Berangkat dari rasa penasaran tersebut, Rudi Samin kemudian melakukan penelusuran informasi itu dengan menggali sebagian lahan.

"Saya telusuri sehari tidak dapat," ungkapnya.

Rudi Samin lantas teringat seseorang berinisial S yang juga pernah bekerja di gudang JNE cabang Depok itu. S merupakan mantan pekerja JNE yang sempat ia tolong karena pernah dituduh mencuri.

“Saya ingat punya klien inisial S, bahwa yang bersangkutan pernah kerja di sini (JNE) dan dia ngaku pernah diperintahkan bawa sembako ke dalam mobil besar oleh koordinator JNE inial A,” tuturnya.

“Saya penasaran, maka saya cari, sampai dua hari. Nah, hari ketiga saya dapat dengan menggunakan beko,” sambungnya.

Menurut pengakuan Rudi Samin, sembako Banpres yang dipendam itu jumlahnya bukan satu, namun patut diduga satu kontainer.

“Ini (sembako) dipendam. Artinya bukan satu ton tapi patut diduga satu kontainer JNE membawa sembako dan kemudian dipendam disini,” bebernya.

Lebih lanjut Rudi mengungkapkan, bahwa sembako-sembako yang dikubur disitu sudah membusuk, dan menimbulkan aroma yang cukup menyengat. Bentuknya berupa beras, ada ditemukan masih berada dalam satu karung.

“Beras itu masih ada yang karungan, sagunya juga ada.”

Rudi merasa yakin jika itu adalah sembako bantuan presiden karena ada labelnya.

“Ada tulisannya, bantuan presiden yang dikoordinir Kemensos (Kementerian Sosial),” tuturnya.

Bahkan, lanjut Rudi Samin, hal itu diperkuat dengan pernyataan orang keperesidenan yang sudah turun langsung ke lokasi kejadian.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover