Barbuk Pembunuhan Brigadir J Banyak yang Hilang, Keluarga Colek Jokowi: Supaya Presiden Tidak Hanya Berpidato, Tapi…

Barbuk Pembunuhan Brigadir J Banyak yang Hilang, Keluarga Colek Jokowi: Supaya Presiden Tidak Hanya Berpidato, Tapi… Kredit Foto: Taufik Idharudin

Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir) J Kamaruddin Simanjuntak mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk tim independen untuk mengusut kasus pembunuhan Brigadir J. 

Kamaruddin menegaskan,  tim independen bentukan kepala negara jelas sangat penting mengingat saat ini banyak barang bukti (barbuk) kasus yang merenggut Brigadir justru hilang, barbuk tersebut kata dia bahkan hingga kini tak dikuasai tim khusus yang menangani kasus ini, karenanya pengusutan kasus pembunuhan Brigadir menjadi lamban karena kendala - kendala tersebut

Baca Juga: Ada Polisi yang Suruh Bharada E Ngaku Jadi Pembunuh Brigadir J, Kamaruddin Teriak Lantang: Mau Direkayasa Agar Pelaku Tak Jadi Tersangka!

"Sudah, kami sudah bersurat ke presiden supaya presiden tidak hanya berpidato tetapi betul-betul presiden melakukan langkah hukum misalnya membentuk tim independen supaya betul-betul ini perkara sederhana ini terungkap," kata Kamaruddin dalam diskusi virtual bertajuk ‘Menguak Kasus Penembakan Brigadir J, Masa Depan Polri di Tangan Bareskrim dan Satgasus’ Sabtu (6/8/2022)

"Karena sampai sekarang kan barang bukti semua sudah beredar kemana-mana mungkin sudah dilenyapkan mungkin disembunyikan yang jelas tidak ada dalam penguasaan penyidik," katanya menambahkan. 

Menurutnya, sikap penyidik dan penanganan kasus yang seperti itu hanya membuat beban bagi instansi Kepolisian. Ia pun menyarankan agar tim independen itu diisi oleh orang-orang dari lintas instansi.

"Saya meminta supaya beban Porli tidak berat, ada baiknya tidak cukup Pak Presiden pidato-pidato saja biarkan lah dibentuk tim independen yang melibatkan angkatan darat laut dan udara, kemudian melibatkan oditur militer, polisi militer, kemudian melibatkan penyidik Polri  kemudian melibatkan Jaksa Agung atau Kejagung, praktisi dan NGO," ungkapnya.

Baca Juga: Bergidik! Ini Analisa Mengerikan Setelah Bharada Eliezer Masuk Bui Gegara Kasus Brigadir J: Disiksa atau Bunuh Diri!

Dengan begitu, ia berharap pengusutan kasus penembakan ini bisa cepat selesai. Sebab dari apa yang dia lihat selama ini, baik Polda maupun Polres Jaksel terkesan lamban dan menghalang-halangi proses penyidikan.

"Sehingga perkara yang sederhana ini bisa cepat selesai karena yang saya pahami baik dari penyidik Polres Jaksel, Polda maupun dari Propam selama ini mereka justru menghalang-halangi supaya ini tidak terungkap," jelasnya.

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini