Eng Ing Eng.. Bharada E Ngaku Disuruh Atasan untuk Membunuh, Ternyata Oh Ternyata Dia Adalah..

Eng Ing Eng.. Bharada E Ngaku Disuruh Atasan untuk Membunuh, Ternyata Oh Ternyata Dia Adalah.. Kredit Foto: Taufik Idharudin

Richard Eliezer Pudihang alias Bharada E telah menyampaikan keterangan barunya saat menjalani pemeriksaan bersama penyidik Timsus Polri dalam kasus kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Menurut pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, salah satu pengakuan kliennya adalah soal perintah untuk membunuh yang disampaikan oleh atasannya.

Baca Juga: Mau Antarkan Ini, Putri Candrawathi Malah Dilarang Masuk ke Mako Brimob, Gagal Deh Ketemu Sang Suami Ferdy Sambo

“Dia (mengaku, red) diperintah oleh atasannya. Ya, perintahnya, ya, untuk melakukan tindak pidana pembunuhan,” ungkap Deolipa lewat layanan pesan pada Minggu (7/8/2022).

Namun, kuasa hukum Bharada E itu tidak menjelaskan lebih rinci siapa target yang disuruh atasannya untuk dibunuh.

Deolipa juga tidak menyebut nama atasan yang memerintah Bharada E. Ia hanya mengatakan kalau yang memberi perintah kliennya adalah ‘atasan langsung’.

“Atasan langsung,” tutur Deolipa.

Sebelumnya, pihak kepolisian sendiri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J dengan sejumlah pasal.

Baca Juga: Ajukan Tahanan Kota Karena Ngaku Sakit, Muannas ke Roy Suryo: Kemarin Ngaku Sakit Malah Touring, Coba dong Cari Alasan Lain!

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, ajudan Irjen Ferdy Sambo itu dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 55 KHUP, dan Pasal 56 KUHP.

“Penyidik telah melakukan gelar perkara pada malam ini, saksi sudah kami anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP,” terang Andi dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (3/8/2022) malam.

Pasal 55 KUHP adalah jerat untuk pihak yang ikut serta dalam melakukan tindak pidana. Artinya, Bharada E diduga ikut melakukan tindak pidana kejahatan yang juga dilakukan oleh pihak lain.

Sementara itu, Pasal 56 KUHP merupakaan sangkaan bagi pihak yang membantu kejahatan sehingga Bharada E juga diduga membantu pihak lain dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J itu.

Baca Juga: Ditolak Heru Budi, Inikah Alasan Reuni Aksi 212 Tidak Digelar di Monas?

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover