Menelusuk Potensi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Politik

Menelusuk Potensi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Politik Kredit Foto: Pexels.com

Perkembangan teknologi menggiring umat manusia untuk terus berupaya menciptakan perubahan yang dapat membuat kehidupan mereka menjadi lebih mudah.

Kemajuan teknologi yang tergolong pesat dapat ditandai dengan munculnya metode-metode baru dalam pengembangan teknologi. Salah satunya adalah Kecerdasan Buatan atau yang biasa dikenal dengan Artifical Intelligence (AI). 

Baca Juga: Literasi Digital Jadi Solusi Jitu Meminimalkan Perundungan Anak di Media Sosial

AI adalah pengembangan teknologi dengan membuat simulasi dari kecerdasan yang dimiliki manusia dalam bentuk mesin dan di program agar mampu berpikir dan bekerja seperti halnya manusia.

Berbeda dengan pengembangan program lainnya, AI atau kecerdasan buatan mampu untuk melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri. Hal ini mengartikan bahwa terdapat aktivitas yang tidak diinginkan dengan program, mereka mampu untuk memperbaiki serta mempelajari tindakan tersebut. Ini terus menggiring program AI agar dapat berkembang dan menjadi lebih baik.

Baca Juga: Apa Saja Tantangan Pers Indonesia di Era Transformasi Digital ini?

Ada banyak contoh pengembangan AI, salah satunya adalah Asisten Virtual seperti Google Assistant, Siri, atau Alexa.

Asisten virtual tersebut dapat terus berkembang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Seperti pengembangan kosah kata, pengembangan dalam memahami aktivitas manusia, dan masih banyak lagi.

Lantas, apa yang dapat dilakukan AI dalam dunia perpolitikan?

Apabila dapat dikembangkan dengan tepat dan sesuai sasaran, AI mampu membantu proses pemilihan umum untuk meminimalisir terjadinya golput.

AI akan terus beradaptasi serta memperhatikan apa yang dilakukan masyarakat ketika mereka akan golput. Seiring berjalannya waktu, ini akan menuntun kecerdasan buatan terus mengembangkan program agar dapat meminimalisir terjadinya golongan putih (golput).

Tidak hanya itu, program kecerdasan buatan juga dapat dimanfaatkan untuk pendataan calon yang akan melakukan pemilihan umum. AI mampu mengidentifikasi data keluarga yang sudah dapat melakukan pemilihan tiap tahunnya tanpa terus terjun kelapangan untuk survey secara langsung.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini