Pengacara Brigadir J Ungkap Soal Dugaan Bisnis Haram Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J Tahu Jadi Di Dor!

Pengacara Brigadir J Ungkap Soal Dugaan Bisnis Haram Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J Tahu Jadi Di Dor! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, blak-blakan soal bisnis mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Menurut dia, dugaan pemicu pembunuhan terhadap Brigadir J salah satunya soal bisnis Ferdy Sambo.

"(Mengetahui bisnis gelap) Ya diduga begitu, ya bisnis yang haram-haram," ujar Kamaruddin di Jakarta, saat dikonfirmasi, Rabu (10/8).

Baca Juga: Apa Alasan KPK Belum Bisa Umumkan Harta Kekayaan Irjen Ferdy Sambo?

Namun, Kamaruddin tidak menjelaskan bisnis apa yang dimaksud. Dia juga hanya menyebut bisnis ini berkaitan dengan atasan-atasan dari Brigadir J.

"Ada dugaan unsur wanita, ada dugaan bisnis haram," ujar Kamaruddin.

Baca Juga: Bantu Ferdy Sambo pada Kasus Brigadir J, Ferdinand: FA Harus Didalami Perannya, Dia Sama Saja Menusuk Kapolri!

Sebelumnya, Polri telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J .

Mereka adalah Bharada E alias Richard Eliezer, Bripka RR alias Ricky Rizal, KM alias Kuat Ma'ruf serta Irjen Pol Ferdy Sambo.

Baca Juga: Mungkin Ferdy Sambo Anggap Kasus Pembunuhan Brigadir J Bakal Sama Kaya 6 Laskar FPI yang Tewas, Tapi Dia Lupa... Tuhan Gak Tidur Bos!

Ferdy Sambo disebut telah memerintah Bharada E alias Richard Eliezer untuk melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

Dia juga menskenario peristiwa tersebut seolah-olah terjadi baku tembak. Keempat tersangka dikenakan Pasal 340 Sub 338 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan motif penembakan Brigadir J tidak etis bila dibuka secara gamblang ke publik. Sebab, hanya bisa didengar oleh orang dewasa.

Baca Juga: Terbaring di Rumah Sakit, Benarkah Putri Candrawathi Terjangkit HIV/Aids?

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover