Ferdy Sambo Disebut Habisi Yosua Karena Judi dan Narkoba, Pakar Hukum: Disanksi Berat, Bayangkan Kantor Polisi Jadi Pusat Transaksi

Ferdy Sambo Disebut Habisi Yosua Karena Judi dan Narkoba, Pakar Hukum:  Disanksi Berat, Bayangkan Kantor Polisi Jadi Pusat Transaksi Kredit Foto: istimewa

Pakar  Hukum Tata Negara Refly Harun ikut mengomentari pernyataan Ketua Indonesia Police Watch atau IPW, Sugeng Teguh Santoso yang menyebut motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J adalah karena masalah judi dan bisnis narkoba hingga masalah seksual. 

Menurut Refly, desas desus masalah yang melatarbelakangi kasus pembunuhan itu terutama masalah kegiatan ilegal jud hingga bisnis narkoba itu mesti dibuka seterang-terangnya ke publik jika hal itu benar adanya. Para penegakan hukum yang terlibat dalam kegiatan itu kata Refly mesti dihukum seberat-beratnya. 

Baca Juga: Masalah Judi Hingga Bisnis Narkoba dengan Nilai Ratusan Miliar, Ini 5 Motif Ferdy Sambo Habisi Brigadir J Dengan 5 Tembakan Glock 17

"Tapi apakah seksual itu adalah pelecehan? Nanti kita lihat lebih lanjut. Tapi bukan berarti masalah seksual itu tidak penting sebagai bahan catatan. Tapi maksudnya  untuk discloser barangkali katakanlah perlu ada restriksi," kata Refly dalam sebuah video yang tayang di saluran Youtube miliknya dikutip Populis.id Kamis (11/8/2022). 

"Tetapi kalau soal yang terkait perjudian, miras, narkoba, dan lain sebagainya, kalau memang itu ada wajib dibuka dan wajib diberikan sanksi, dan kemudian disetop praktik-praktik seperti itu," katanya menambahkan. 

Menurut Refly Harun jika kasus perjudian hingga bisnis narkoba itu benar adanya, maka hal ini jelas menjadi ancaman tersendiri bagi negara sebab  para penegak hukum yang seharus memberantas masalah ini justru terjun menjadi pelaku kegiatan yang melawan hukum tersebut.

"Coba bayangkan ya, jadi kita tidak melihat bahwa yang namanya kantor Polisi itu adalah pusat untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, tapi pusat transaksi ya. Entah transaksi apa," tegasnya.

Karenanya, Refly Harun menegaskan agar Polri segera memperbaiki citra institusinya. Menurutnya, selama ini belum ada satupun presiden yang berhasil memperbaiki citra hukum di negara ini.

"SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) belum berhasil, Gus Dur (Abdurrahman Wahid) belum berhasil. Di era Gus Dur lumayan sebenarnya, tetapi serangan balik justru membuat Gus Dur jatuh," tuturnya.

Baca Juga: Bosnya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Satgassus Merah Putih Pimpinan Ferdy Sambo Resmi Disuruh Bubar Jalan Sama Kapolri

Mantan Komisaris PT Jasa Marga itu pun mengimbau agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memperbaiki hal ini, serta meninggalkan legacy yang baik bagi pemerintahan selanjutnya dan bagi sejarah Indonesia di dua tahun terakhir masa jabatannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membuka kasus-kasus yang selama ini belum terungkap.

"Dengan kasus Sambo sebagai entry point mudah-mudahan ini bisa dibuka, tapi dengan tetap mengedepankan bahwa penegakan hukum yang selurus-lurusnya, sebaik-baiknya. Bukan menyasar pada orang, tapi pada perbaikan sistem yang komprehensif," tegasnya.

Baca Juga: Demi Jegal Anies, Benarkah Jokowi Mengubah UU Pemilu?

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover