Satgasus Pimpinan Ferdy Sambo Dibuburkan, Kapolri Dapat Jempol: Ini Upaya Membersihkan Polri, Supaya Nggak Ada Mabes di Dalam Mabes!

Satgasus Pimpinan Ferdy Sambo Dibuburkan, Kapolri Dapat Jempol: Ini Upaya Membersihkan Polri, Supaya Nggak Ada Mabes di Dalam Mabes! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Pengamat Kepolisian, Bambang Rukminto mengapresiasi keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membubarkan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri pimpinan Irjen Ferdy Sambo. Satagasus itu dibubarkan setelah Ferdy Sambo ditetapkan jadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurut Bambang Rukminto, kelompok pimpinan Ferdy Sambo itu memang sepantasnya dibubarkan karena satuan khusus itu tidak dibentuk secara permanen. Mereka dibentuk untuk menangani kasus tertentu,dan setelah selesai mereka seharusnya langsung dibubarkan.

Baca Juga: Upaya Ferdy Sambo Rekayasa Kasus Pembunuhan Brigadir J Dikuliti Habis-habisan, Ternyata Sudah Siapkan Duit Tutup Mulut Hingga Rp2 M

"Satuan tugas khusus adalah satuan yang dibentuk untuk menangani masalah khusus, karena bentuknya satuan tentunya hanya kecil dan tidak permanen atau terikat waktu dimana setelah tugasnya selesai, harus dibubarkan," katanya saat dihubungi Populis.id pada Jumat (12/08/2022).

Ia menegaskan bahwa Satgassus memang bentuknya kecil tetapi memiliki kemampuan spesifik agar bekerja efektif dan efisien Jadi memang aneh juga bila masa kerja satgassus ini terus menerus diperpanjang.  Alih-alih meningkatkan kemampuan satuan-satuan permanen yang sudah ada. 

"Akibatnya karena Satgassus ini seolah permanen karena 3 kepemimpinan Kapolri terus diperpanjang akibatnya menjadi super power. Mereka memiliki kewenangan memeriksa internal, tetapi juga bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan sendiri," tuturnya.

Baca Juga: Bergidik, Detik-detik Brigadir J Dieksekusi Terkuak, Berlutut di Depan Ferdy Sambo yang Sedang Nenteng Pistol, Lalu Terdengar Teriakan…

"Dengan kewenangan yang sangat besar itu akibatnya seperti idiom 'power tends to corrupt, absolute power, corrupt absolutly'," sambungnya.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Sebut Tak Apa-apa Jokowi Gunakan Uang Negara untuk Nikahkan Kaesang, Apa Benar?

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover