Malala Yousafzai: Ditembak Taliban di Bus Sekolah hingga Menjadi Penerima Nobel Termuda

Malala Yousafzai: Ditembak Taliban di Bus Sekolah hingga Menjadi Penerima Nobel Termuda Kredit Foto: Instagram/@malala

Malala Yousafzai merupakan perempuan berkebangsaan Mingora, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan yang lahir pada 12 Juli 1997. Ia merupakan aktivis yang bergelut di bidang hak asasi manusia (HAM) dan hak-hak pendidikan dan perempuan.

Malala Yousafzai merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Ziauddin dan Tor Pekai Yousafzai. Ayah dari Malala merupakan seorang penyair, pemilik sekolah, dan juga aktivis pendidikan. 

Tak heran jika Malala muda memiliki pikiran yang kritis dan berbakat dalam menulis karena dibantu oleh bimbingan ayahnya. 

Ketika menginjak usia 10 tahun, Malala harus merasakan kekejaman yang dilakukan Taliban dalam merampas hak anak-anak perempuan dalam menempuh pendidikan. 

Sejak itu, Malala mengkritik Taliban dnegan berbagai cara, salah satunya melalui pidato yang disampaikannya pada tahun 2008 dengan judul "Berani-Beraninya Taliban Mengambil Hak Dasar Saya untuk Menerima Pendidikan".

Di tahun 2009, Malala juga sudah aktif membuat blog secara anonim di British Broadcasting Corporation (BBC) Urdu dengan nama samaran Gul Makai. 

Pada 9 Oktober 2012, kisah penembakan Malala Yousafzai oleh kelompok ekstremis, yaitu Taliban. 

Saat itu, Malala yang baru berusia 15 tahun sedang dalam perjalanan dari rumah ke sekolahnya.  

Tak lama, bus tersebut dicegat oleh dua anggota Taliban dan menembakan pistol sebanyak tiga kali yang salah satunya menembus kepala Malala. 

Di hari itu, Malala dibawa ke rumah sakit militer Pakistan di Peshawar. Kemudian empat hari setelahnya diterbangkan ke Birmingham, Inggris untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. 

Dikarenakan peristiwa penembakan tersebut, Malala mendapatkan dukungan secara besar-besaran.

Pada akhirnya, perjuangan Malala membuahkan hasil. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Malala Yousafzai sebagai nominasi penghargaan Nobel Perdamaian Anak Internasional pada 2011. Di tahun yang sama, Malala juga mendapatkan penghargaan sebagai Pakistan's Youth Prize.

Di tahun 2013, Malala menerbitkan buku pertamanya yang berjudul I am Malala. 

Lalu, di tahun 2014 Malala Yousafzai berhasil mendapatkan Penghargaan Nobel Perdamaian saat berusia 17 tahun. Dalam artian, Malala menjadi orang termuda yang meraij penghargaan tersebut. 

Tak berhenti sampai di situ, Malala juga mendirikan lembaga amal Malala Fund dengan dibantu ayahnya. Lembaga ini memberdayakan potensi yang dimiliki anak perempuan agar kelak dapat menjadi pemimpin yang kuat bagi negaranya. 

Di tahun yang sama, Malala meraih pemghargaan Nobel Perdamaian atas perannya dalam menyuarakan hak anak. 

Pada 2020, Malala berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Oxford dengan menyandang gelar sarjana di jurusan Filsafat, Politik, san Ekonomi

Terpopuler

Populis Discover

Terkini