Sebelum Brigadir J Didor, Ternyata Ferdy Sambo dan Istrinya Sempat Berkomunikasi: Memang Ada..

Sebelum Brigadir J Didor, Ternyata Ferdy Sambo dan Istrinya Sempat Berkomunikasi: Memang Ada.. Kredit Foto: JPNN

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam, menyampaikan sejumlah hasil yang mereka dapatkan setelah memeriksa Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Jumat (12/8/2022).

Menurut Choirul, penembakan Brigadir J memang dipicu oleh sebuah peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: LPSK Bongkar Amplop ‘Titipan Bapak’, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Tegas: Harus Disebutkan Siapa yang Memberikan!

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan Ferdy Sambo yang sudah menjadi tersangka kasus kematian Brigadir J.

“Terkonfirmasi terkait peristiwa apa yang terjadi di Magelang. Memang ada sebuah peristiwa yang nanti kami rekomendasikan kepada penyidik,” ungkap Anam di Mako Brimob, kemarin.

Tak hanya itu, Komnas HAM juga mengonfirmasi bahwa Brigadir J masih hidup saat keluarga Ferdy Sambo dan para ajudannya sampai di rumah dinas yang terletak di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ferdy Sambo dan Putri juga disebut sempat berkomunikasi sebelum insiden penembakan Brigadir J.

Komnas HAM menyatakan komunikasi itulah yang menjadi pemicu terjadinya pembunuhan Brigadir J yang diotaki Ferdy Sambo.

Baca Juga: Bukan Ganjar Pranowo, PDIP Diyakini Akan Usung Puan Maharani Pada Pilpres 2024

Anam menyampaikan, “Ternyata memang ada komunikasi antara Pak Sambo dan Bu Sambo sehingga memang sangat memengaruhi peristiwa yang ada di TKP.”

Akibat perbuatannya, Ferdy Sambo dijerat dengan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Hingga saat ini, pihak kepolisian sendiri telah menetapkan empat tersangka atas kematian Brigadir J, yaitu Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan KM yang merupakan supir Putri.

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini