Sinto Gendeng di Balik Tingkah Deolipa Yumara yang 'Sableng'

Sinto Gendeng di Balik Tingkah Deolipa Yumara yang 'Sableng' Kredit Foto: Taufik Idharudin

Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin hanya empat hari sejak 6 hingga 10 Agustus 2022 menjadi pengacara Bharada Richard Eliezer atau Bharada E. Mereka menggantikan pengacara sebelumnya Andreas Nahot Silitonga yang mengundurkan diri tanpa alasan jelas. 

Resmi menjadi pengacara, Deolipa dan Burhanuddin langsung membuat pernyataan mencengangkan. Salah satunya adalah tidak ada tembak menembak antara kliennya dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Baca Juga: Deolipa Bukan Lagi Pengacara Bharada E, Ada yang Ngadu Ke Jokowi dan Mahfud MD: Tolong Pak...

Apa yang disampaikan pengacara Bharada E sendiri membantah pernyataan polisi sebelumnya yang mengatakan ada peristiwa saling tembak.

Kemudian, informasi dari Deolipa dan Burhanuddin ini lantas dibenarkan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers Ferdy Sambo sebagai tersangka. Berdasarkan temuan Tim Khusus, memang tidak ditemukan baku tembak karena narasi itu adalah akal-akalan Ferdy Sambo untuk menutupi dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Lantunan 'nyanyian' sejoli yang tergabung dalam kantor hukum Deolipa Yumara & Burhanuddin Advocates and At Law ini menjadi sorotan jenderal-jenderal di Korps Bhayangkara. Deolipa terang-terangan sempat dipanggil ke Bareskrim dan diminta mundur dari kuasa hukum Bharada E, namun ia tegas menolak. 

Baca Juga: Kecewa Berat Karena Tetiba Didepak Jadi Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara Tuntut Negara Rp15 Triliun: Supaya Saya Bisa Foya-foya!

Setelah pemanggilan, terbitlah surat pernyataan yang diduga dibuat oleh Bharada E yang berisi pencabutan kuasa ke Deolipa dan Burhanuddin. Surat tersebut diduga adalah surat palsu atau dibuat dengan di bawah tekanan pihak tertentu yang ingin mengintervensi persoalan Ferdy Sambo. 

Melihat 'gonjang-ganjing' kasus ini, Deolipa lantas menghubungi seseorang yang dia beri kode Wiro Sableng. Saat memberikan penjelasan terkait masalah Bharada E, ia lantas diundang untuk datang 'bersemedi' ke 'Gunung Salak'. 

"Saya tanyakan di 'Gunung Salak' ada siapa, sama 'Wiro Sableng' dibilang ada 'Sinto Gendeng'. Saya pun naik kuda putih yang bersih bersama 'Wiro Sableng' untuk bertemu 'Sinto Gendeng'," kata Deolipa kepada awak media pada Sabtu (13/08/2022) di kediamannya di area Depok, Jawa Barat. 

Baca Juga: Deolipa Tak Akan Bertemu Bharada E Buat Konfirmasi Pencabutan Kuasa: Saya Mau Semedi di Gunung Salak, Ketemu Naga Geni 12

Deolipa tanpa basa basi menceritakan persoalan yang ia alami terkait Bharada E kepada 'Sinto Gendeng'. Ia memberikan clue bahwa 'Sinto Gendeng' adalah sosok nenek yang sudah tua.

Oleh sang nenek yang ditemui di 'Gunung Salak' itu, Deolipa mengatakan diberi jurus sakti. Pria berambut keriting itu mengungkapkan ia diberi 'jurus mabuk' untuk mengatasi persoalan Bharada E.

"Besok kau turun gunung, pers conference ke wartawan dan ceritakan. Yang jelas kau jalan terus sebagai kuasa hukum Bharada E karena aspek formil dan meteril belum terpenuhi," kata Deolipa sembari menirukan omongan 'Sinto Gendeng'. 

Baca Juga: Deolipa Belum Terima Surat Pencabutan Kuasa Resmi dari Bharada E, Bareskrim Polri Tetap Keukeuh: Penggantinya Sudah Ada!

Setelah diberi 'jurus mabuk' dari 'Sinto Gendeng', Deolipa semakin keukeuh menjadi pengacara Bharada E. Ia bahkan berencana menggugat beberapa pihak lantaran pencabutan kuasa yang tidak sesuai prosedur.

Sampai di akhir sesi wawancara, tidak terjawab siapa yang dimaksud dengan Wiro Sableng, Sinto Gendeng dan di mana lokasi pertemuan yang membuat Deolipa semakin 'sableng'. Namun di akhir konferensi pers ia menyebut saat ini menjadi Pengacara Merah Putih Perjuangan. 

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini