Nyanyian Kode Ala Deolipa dan Bharada E: 'Bang, Ini Saya Dibawah Tekanan'

Nyanyian Kode Ala Deolipa dan Bharada E: 'Bang, Ini Saya Dibawah Tekanan' Kredit Foto: Taufik Idharudin

Deolipa Yumara membeberkan keganjilan surat pernyataan pencabutan kuasa dari kliennya, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E per tanggal 10 Agustus lalu. Ia menyebutkan bahwa hal yang diungkapkan ini diberi judul dengan 'Nyanyian Kode'. 

Deolipa mengatakan saat dirinya bertemu pertama kali dengan Eliezer, ada kode-kode yang ia sampaikan. Menurutnya, ketika menandatangani surat atau pernyataan tertulis apapun haruslah dibubuhkan kode tertentu yakni tanggal dan jam dibuatnya pernyataan itu. 

Baca Juga: Sinto Gendeng di Balik Tingkah Deolipa Yumara yang 'Sableng'

Ia juga meminta kepada Bharada E agar dalam membuat surat pernyataan harus dalam bentuk tulis tangan. Termasuk tanda tangan, jam dan tanggal pembuatan..

"Ini saya beri judul 'Nyanyian Kode' yang bercerita momen saat tanda tangan surat kuasa pertama kali bersama Bharada E. Saya bicara ke E, kita main nyayian kode. Gua bilang gini, setiap lu tanda tangan surat pernyataan, lu harus tulis tanggal sama jam di samping tanda tangan atau di atasnya," katanya kepada awak media pada Sabtu (13/08/2022).

"Nyanyian kode itu baik untuk surat bermaterai atau tidak. Semua harus begitu," sambung Deolipa.

Baca Juga: Bikin Geleng-geleng, Deolipa Minta Bayaran Rp15 Triliun, Jangan Gitu Bang! lawyer Kawakan Aja Gak Pernah Dibayar Segitu...

Ia menerangkan kode yang disepakati mereka berdua itu sudah dilakukan dalam pembuatan dua surat. Pertama, surat pernyataan belasungkawa dari Bharada E untuk keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Surat pertama permohonan bela sungkawa. Itu sebelum tanda tangan diawali dengan pencantuman tanggal dan jam, bahkan menit. Itu surat pertama ya. Lalu surat kedua, surat kuasa dia ke saya dan Burhan. Surat itu dibarengi dengan keterangan 6 agustus 2022 jam 22.45 WIB dan menitnya. Begitu karakter surat dari Bharada E," tuturnya.

Baca Juga: Deolipa Bukan Lagi Pengacara Bharada E, Ada yang Ngadu Ke Jokowi dan Mahfud MD: Tolong Pak...

Ia lantas membandingkan dengan surat pencabutan kuasa yang dibuat dengan diketik, bermaterai 10.000 dan bertanda tangan, tapi tanpa keterangan tanggal dan jam pembuatan surat tersebut. Perbedaan inilah yang membuat Deolipa bertanya-tanya tentang keaslian atau berada di bawah tekanan saat tanda tangan pernyataan tersebut. 

"Dia kan di tahanan ga bisa ngetik, dia nggak punya keahlian secara hukum. Dia Brimob, ahlinya nembak, siapa yang nulis ini? Kita cari tahu. Ini ada orang yang mengintervensi atau menyuruh sehingga dia mencabut kuasa," ucapnya.

"Dia kasih kode ke saya ni, 'bang oliv, ini saya di bawah tekanan'. Kodenya jam sama tanggal nggak ada, bahwa ini dibawah tekanan. Pokonya kalau ada tanggal dan jam itu tidak di bawah tekanan dan lu setuju. Ini nggak ada tanggal, tulisan sama jam," ujarnya.

Baca Juga: Seliweran Di Medsos Kabar Napoleon Minta Satu Sel dengan Ferdy Sambo, Netizen: Seru Nih, Akan Kah Berduel Jenderal vs Jenderal?

Bahkan, bentuk tanda tangan dari antara surat pertama dan kedua dengan surat ketiga ada perbedaan. Itu membuat Deolipa semakin meragukan keabsahan surat pernyataan pencabutan kuasa.

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini