Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan bahwa dirinya mendapat bocoran informasi soal dugaan Irjen Ferdy Sambo mengucurkan uang dengan jumlah banyak kepada sejumlah pihak untuk melancarkan skenario palsu yang dibuatnya soal kematian Brigadir J.
"Jadi saya dapat informasi, ada pengucuran dana besar-besaran. Untuk cipta kondisi, pada skenario FS itu diterima semua pihak," ujar Sugeng saat dihubungi Suara.com, Minggu (14/8/2022).
Hal tersebut dibuktikan oleh pengakuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang sempat disodorkan dua amplop tebal diduga berisi uang. Namun ditegaskan, terkait upaya penyogokan itu ditolak LPSK.
"Jadi memang ada operasi sebar dana," kata Sugeng.
Selain ke LPSK, IPW juga dapat informasi dugaan dana yang mengalir ke DPR, Namun hal tersebut belum dapat dipastikan.
"Satu ke DPR, ini ada informasi DPR juga mendapatkan. Menjadi pertanyaan seperti Pak Mahfud, Apakah DPR itu dapat guyuran dana? Ini pertanyaan ya, bukan tuduhan. Kenapa DPR diam? Apakah mendapat guyuran dana?" tuturnya.
jika memang, ada bagi-bagi uang oleh Ferdy Sambo seperti yang disebut IPW harus menjadi catatan penting bagi Tim Khusus Polri. Khususnya melakukan pendalam terhadap 31 polisi melanggar etik lantaran diduga terlibat dalam skenario yang dibuat Ferdy Sambo. Terlebih pada pengakuan Bharada E, tersangka kasus ini dijanjikan uang Rp 1 miliar.
"Mereka yang terlibat, 31 orang ini harus ditanya. Apakah menerima duit enggak? Kan Bharada E sudah ngomongkan Rp 1 miliar, iya kan," ujarnya.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.