Sadis! Brigadir J Disuruh Berlutut dan Dijambak Ferdy Sambo, Lalu Ditembak

Sadis! Brigadir J Disuruh Berlutut dan Dijambak Ferdy Sambo, Lalu Ditembak Kredit Foto: ISTIMEWA

Insiden berdarah yang menewaskan Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat oleh Irjen Ferdy Sambo terbilang sadis. Sebelum terjadinya penembakan oleh Bharada E, Brigadir J dalam posisi berlutut dan dijambak oleh Ferdy Sambo.

Mantan kuasa hukum Bharada E, Boerhanuddin mengatakan sebelum terjadi penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, sudah ada empat orang.

Empat orang tersebut, yaitu Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan KM. Lalu, Ferdy Sambo menyuruh Bripka RR untuk memanggil Brigadir J.

"Begitu (Brigadir Joshua) masuk (rumah) di TKP, kemudian (Joshua) disuruh jongkok. Informasi dari Bharada E yang suruh Brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Ferdy Sambo)," ujar Boerhanuddin dalam diskusi Indonesia Lawyer Club yang dilansir pada Senin (15/8/2022).

Boerhanuddin mengatakan bahwa Brigadir Yosua dalam posisi jongkok dan dijambak Ferdy Sambo. Saat itu, Sambo memerintah Bharada E untuk menembak Brigadir J.

"Katanya (Bharada E), diapakan dulu rambutnya (Brigadir J) gitu, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak. Woy tembak, tembak, tembak, gitu," tuturnya.

Baca Juga: Beberkan Pengucuran Dana Besar-besaran Ferdy Sambo Agar Lancarkan Skenario Pembunuhan Brigadir J, IPW: Ada Informasi DPR Juga Dapat

Ia juga menyebut bahwa Bharada E mengaku menembak sebanyak tiga kali.

"Cuma dia (Bharada E) bilang, dia orang pertama yang disuruh menembak. Dia tiga kali menembak," ujar Boerhanuddin.

Terkait

Terkini