Punya Gejala Gangguan Kesehatan Jiwa, Pernyataan Bininya Ferdy Sambo Soal Pelecehan Seksual Sukar Dipercaya, Ini yang Ngomong Ibu Susi Loh!

Punya Gejala Gangguan Kesehatan Jiwa, Pernyataan Bininya Ferdy Sambo Soal Pelecehan Seksual Sukar Dipercaya, Ini yang Ngomong Ibu Susi Loh! Kredit Foto: Istimewa

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut istri Ferdy Sambo, Putri Candrawati punya memiliki gejala gangguan kesehatan jiwa.

Hal diketahui setelah istri jenderal bintang dua itu menjalani pemeriksaan di LPSK setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan perlindungan pada lembaga tersebut dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir) yang diotaki suaminya. 

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pemeriksaan medis kepada Putri telah dilakukan pada Selasa pekan lalu yang melibatkan tim psikiatri dan  psikologis dari LPSK. 

Baca Juga: Pelecehan Seksual Diduga Cuma Akal-akalan Bininya Sambo: Sadis Betul Si Putri, Sudah Membunuh, Fitnah Pula, Kelak Keluargamu Menuai Badai

"Dari hasil pemeriksaan dan observasi didapatkan kumpulan tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa," kata Susi saat ditemui di kantornya Senin (15/8/2022). 

Dari pemeriksaan tersebut, tim psikolog dari LPSK menyimpulkan bahwa Putri Candrawathi tidak memiliki kompetensi psikologis yang cukup memadai untuk menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan.

"Pertama tidak memiliki kompetensi psikologis yang cukup memadai untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan keterangan, termasuk kepada LPSK," ucap Susi.

Sementara, dari hasil pemeriksaan assessment psikologis, kata Susi, pihaknya juga tidak dapat menerima keterangan apapun dari Putri Candrawathi.

Baca Juga: Sambil Sebut Perkara Chat Mesum Rizieq Shihab, Gus Nur Teriak Kencang Soal Pembunuhan Brigadir J, Sebut Ferdy Sambo Kena Makar Allah

"Pemohon tidak dapat disimpulkan untuk memenuhi kriteria untuk dapat dipercaya terkait peristiwa kekerasan seksual, percobaan pembunuhan, tempus dan locus karena tidak diperoleh keterangan apapun sebagai akibat dari kompentensi psikologis yang tidak memadai," ucap Susi.

Baca Juga: Pengungsi Cianjur Copot Label Gereja, Pak Polisi: Tidak Intoleransi, Cuman Stikernya yang Dibuka, Tendanya Tetap Dipakai!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover