Pemerintah Usul Nama Tokoh Turki Jadi Nama Jalan di Jakarta, PKS Nyeletuk: Dia Melarang Hijab!

Pemerintah Usul Nama Tokoh Turki Jadi Nama Jalan di Jakarta, PKS Nyeletuk:  Dia Melarang Hijab! Kredit Foto: Fakhri Hermansyah

Pemerintah Indonesia berencana mengganti salah satu nama ruas jalan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat menjadi nama Sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Rencana itu langsung ditentang habis-habisan oleh fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, sebab Ataturk dinilai sebagai sosok kontroversial. Penamaan jalan menggunakan nama tokoh ini dinilai hanya membuat umat muslim sakit hati, untuk itu PKS mendesak supaya pemerintah mengurungkan niatnya.

 Baca Juga: Empat Tahun Anies Baswedan Jadi Gubernur Jakarta, Musni Umar Bilang DKI Damai Karena...

"Jika memang sangat merugikan dan menyakiti kaum muslimin, lebih baik dibatalkan pemberian nama jalan tersebut," kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

Anggota Komisi C DPRD itu menjelaskanpanjang lebar mengenai masa laluAtaturk ketika memimpin Turki. Tokoh ini disebut banyak merugikan kaum Muslim.

Salah satu kebijakannya yang masih diingat sampai sekarang lanjut Khoirudin adalah ketikaAtaturk menjadikan MasjidHagia Sophia menjadi museum pada tahun 1935.

Tidak hanya itu,Khoirudinmengklaim, Ataturk juga melarang penggunaan hijab di sekolah hingga perkantoran dan kebijakan paling kontroversial adalah merubah azan dari bahasa arab menjadi bahasa lokal.

 Baca Juga: Sri Mulyani Irit Bicara Soal Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung, Rocky Gerung: Kena Sirep Dukun!

"Dia juga sangat diktator," sambungnya.

Ketimbang memakai nama Ataturk menjadi nama jalan,Khoirudinmengusul agar penamaan jalan itu lebih menggunakan tokoh-tokoh dari Indonesia, kata dia banyak pahlawan kemerdekaanyang namanya sangat pantas diabadikan menjadi nama jalan

"Masih banyak pahlawan lain yang berjasa bagi Kemerdekaan Indonesia untuk diabadikan menjadi nama jalan di ibu kota," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover