Buntut Kasus Pembunuhan Brigadir J, Anggota DPR Minta Polri Kembali ke Barak

Buntut Kasus Pembunuhan Brigadir J, Anggota DPR Minta Polri Kembali ke Barak Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha mendorong agar revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian (UU Polri) segera dilakukan.

"Saya yakin ini yang ditunggu-tunggu publik karena banyak pertimbangan perlunya revisi undang-undang kepolisian ini," kata Abdul Rachman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Senator asal Sulawesi Tengah (Sulteng) itu lantas membeber sejumlah pertimbangan mengapa revisi UU Polri perlu dieksekusi.

Baca Juga: Seriusan Jenderal Andika Ambil Alih Polri Setelah Listyo Sigit Dinonaktifkan?

"Undang-undang ini sudah 20 tahun, jadi, memang perlu direvisi," kata dia.

Pertimbangan lain menurut Rachman, publik kerap pertontonkan dengan perilaku oknum polisi bermasalah, seperti melindungi pertambangan di daerah.

"Adanya oknum polisi yang bahkan menjadi pengedar narkoba, dan perilaku oknum polki dan polwan yang melakukan perselingkuhan," ucap pria yang beken disapa dengan inisial ART itu.

Baca Juga: Dipecat Secara Tidak Hormat Dari Polri, Baju Dinas dan Lencana Ferdy Sambo Kok Nggak Dicopot di Ruang Sidang?

Di sisi lain, mantan aktivis HMI tersebut juga menyoroti gaya hidup oknum anggota Polri yang begitu hedonisme yang dipandang negatif oleh masyarakat.

"Ini semua menjadi pertimbangan-pertimbangan rasional sehingga revisi ini, kalau perlu secara sporadis dilakukan," ujar dia.

Selain kasus-kasus di atas, Rachman juga menyinggung peristiwa Duren Tiga, yakni pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang diduga didalangi Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga: Berambisi Jadi Presiden, Jokowi Perintahkan Agar Ferdy Sambo Ditempatkan di Sel Khusus?

Peristiwa yang sudah bergulir sejak sebulan lalu itu dinilai Rachman membuat Korps Bhayangkara terpukul.

"Ini sangat memilukan bagi dunia penegak hukum. Kasus Duren Tiga itu hanya kulitnya saja. Mau jadi apa Negeri ini?" ucap Rachman Thaha.

Rachman lantas menyarankan agar polisi kembali ke barak. "Artinya kembali menyatukan (diri) ke TNI," ujarnya.

Baca Juga: Pakai Pakaian Serba Hitam dan Penutup Kepala, Penampilan Bu Putri Jadi Sorotan: Ibu Suri Kekaisaran Sambo Mendadak Mualaf, Jadi Kadrunwati!

Rachman juga melihat institusi Polri saat ini seperti superbodi yang susah tersentuh dan banyak yang ditutupi-tutupi.

"Revisi ini penting guna menegaskan fungsi Korps Polri sebenarnya," kata Rachman Thaha.

Baca Juga: Label Gereja Dicopot Para Pengungsi Setelah Terima Bantuan, Bupati Cianjur: Labelnya Terlalu Menonjol, Tidak Benar Itu!

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover