Amien Rais Bantah Mahfud MD Soal Kasus KM 50 yang Dianggap Sudah Selesai

Amien Rais Bantah Mahfud MD Soal Kasus KM 50 yang Dianggap Sudah Selesai Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Amien Rais mengoreksi pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang menyebut "Kasus KM 50 sudah clear alias sudah selesai."

Pendiri Partai Ummat tersebut menyatakan kasus KM 50 masih merupakan extra-judicial killing atau unlawful killing.

"Pembunuhan Enam Pengawal HRS karena dalam keyakinan kami berdasar urut-urutan peristiwa pembunuhan yang dilakukan aparat Negara itu merupakan extra-judicial killing atau unlawful killing," kata Amien Rais dalam pernyataannya, yang diunggah di Twitternya pada Senin (29/8/2022).

Baca Juga: Warganet Pertanyakan Kembali Kasus KM 50 Gegara Ferdy Sambo, Mahfud MD Bilang Begini...

Atas fakta extra-judicial killing atau unlawful killing tersebutlah yang menjadikan ia bersama beberapa anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) kasus KM 50 mendatangi Presiden Joko Widodo di Istana, untuk menyerahkan kasus pelanggaran HAM berat tersebut.

Amien menekankan agar kasus KM50 segera dibawa ke pengadilan, dibuka secara transparan, dan ditahan segera para pembunuh biadab itu.

Baca Juga: Zulhas: Semoga Amien Rais Sukses Memimpin Partai Barunya

Berikut pernyataan resmi Amien Rais dalam akun Twitter @realAmienRais resminya:

"Mas Mahfud, saya lihat dalam twitter Anda, menyatakan, "menurut Pak Amien Rais kasus KM 50 sudah clear alias sudah selesai karena telah dibawa ke pengadilan."

Ingat ya Mas Mahfud, justru kami di TP3 (Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan Enam Pengawal HRS) menerbitkan buku putih 352 halaman berjudul "Pelanggaran HAM Berat : Pembunuhan Enam Pengawal HRS karena dalam keyakinan kami berdasar urut-urutan peristiwa pembunuhan yang dilakukan aparat Negara itu merupakan extra-judicial killing atau unlawful killing.

Baca Juga: Diaduin ke Mahfud MD sama Netizen, Denny Siregar Ngakak: Mereka Ngelawan Saya Sendiri Saja Kelabakan

Makanya kami mendatangi istana, langsung, pada 9 maret 2021 untuk menyerahkan buku putih itu, dan langsung mengingatkan Presiden Jokowi supaya pelanggaran HAM berat itu segera dibawa ke pengadilan, dibuka secara transparan, dan ditahan segera para pembunuh biadab itu.

Saya bersama KH Abdullah Hehamahuwa, KH Muhyidin Junaidi, Ahmad Wirawan Adnan, Marwan Batubara, Ustadz Ansufri Idrus Sambo langsung mengingatkan Presiden, yang Anda dan Mas Pratikno mendampinginya, bahwa pembunuhan keji itu sama dengan membunuh seluruh umat manusia, dan menjadi lebih keji lagi kalau yang dilenyapkan adalah hamba - hamba Allah yang beriman.

Sebagai tambahan, tidak boleh kita menjadikan negeri yang kita cintai mengarah ke sebuah negeri yang seolah tanpa hukum, tanpa akhlak, tanpa ethika, moral dan seterusnya.

Baca Juga: Mahfud MD: Jangan Sembarangan Nuduh Orang Radikal dengan Mengejeknya Kadrun

Mas Mahfud, skandal moral dan kriminal yang berlangsung dalam tubuh Polri sekarang ini makin semrawut dan sudah berada diluar kendali kita semua.

Wajah Polri adalah wajah Presiden. Polri langsung dibawah kendali dan aba - aba Presiden. Makar manusia, secanggih apapun, bagaikan setitik debu bagi YME.

Jangan jangan skandal moral - kriminal yang menyangkut para mafia besar yang di Mabes Polri seperti diuraikan dalam skema Kaisar Sambo konsorsium 303 akan menjadi The Beginning of the End dari rezim yang ingin 3 periode lagi.

Wallahu a'lam bishowab

Sebelumnya Mahfud MD menyebut kasus KM 50 sudah selesai. Dia pun mengutip pernyataan Amien Rais yang mengatakan TNI-Polri tidak terlibat kasus tersebut.

"Kata Pak Amien Rais saat menyambut buku putih TP4, kasus KM 50 clear tak melibatkan TNI/POLRI," jawab Mahfud di akun Twitternya menjawab pertanyaan netizen, Minggu (28/8).

Menurut Mahfud, kasus KM50 sudah dibawa ke pengadilan sesuai dengan temuan Komnas HAN.

"Kasusnya sudah dibawa ke pengadilan sesuai temuan Komnas HAM bahwa itu pidana biasa. Komnas HAM berwenang bilang begitu berdasar UU. Meski begitu, kata Kapolri, kalau Anda punya novum, sampaikan," tegasnya.

— Mahfud MD (@mohmahfudmd) August 28, 2022

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover