Politisi senior Partai Golkar Paskalis Kossay kurang sepakat dengan keputusan partai yang menetapkan Airlangga Hartarto sebagai satu-satunya sosok yang bakal diusung sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.
Paskalis mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar itu tidak bisa diharapkan untuk bisa menjadi seorang presiden. Selain karena elektabilitasnya yang rendah, Airlangga juga dinilai punya sejumlah masalah.
"Dari perkembangan demi perkembangan memang kita tidak bisa harapkan dia untuk jadi calon presiden dari Partai Golkar," kata Paskalis saat dihubungi Populis.id, Kamis (1/8/2022).
Pengurus Partai Golkar Papua itu tidak ingin menjelaskan secata detail apa masalah yang dimiliki Airlangga sebenarnya. Tapi menurut dia, persoalan itu cukup membebani nama baik partai.
"Memang di Partai Golkar itu sangat membebani. Kasus-kasus beliau juga itu sangat membebani partai," tuturnya.
Ia pun menyarankan agar Airlangga lebih baik memikirkan langkah penyelesaian terkait masalahnya itu, ketimbang harus bersikukuh untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Golkar.
"Sebaiknya Pak Airlangga dia sayang partai, dia mencintai partai ini, sebaiknya dia harus segera ambil sikap untuk fokus pada soal-soal itu, dari dulu kita harap seperti itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa partainya sudah mantap untuk mengusung dirinya sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Airlangga menilai hal itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena telah menjadi keputusan bulat dari internal partai.
"Kita kan sudah beres (dalam menentukan capres)," kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (31/8/2022).
Airlangga menegaskan, Partai Golkar juga tidak ada rencana untuk menjaring ataupun mengusung calon yang berasal dari eksternal partai. Artinya, peluang bagi Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Pranowo pun sudah tertutup rapat.
Menurut Airlangga, Partai Golkar sudah menetapkan bahwa dirinya sebagai satu-satunya figur yang bakal diusung dan selanjutnya akan diperjuangkan melalui Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Kita kan sudah, sudah keputusan (menetapkan Airlangga sebagai capres)," pungkasnya.