Nggak Pernah Diajak Konsolidasi, Golkar Papua Ogah Kerja Menangkan Airlangga di Pilpres 2024

Nggak Pernah Diajak Konsolidasi, Golkar Papua Ogah Kerja Menangkan Airlangga di Pilpres 2024 Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto disebut kurang memberi perhatian terhadap kepengurusan DPD partai yang tersebar di beberapa Provinsi, salah satunya terhadap DPD Partai Golkar Papua.

Politisi senior Partai Golkar Paskalis Kossay mengatakan, hal itu dibuktikan dengan kepengurusan DPD Golkar Papua yang sudah hampir dua tahun ini dijabat oleh seorang pelaksana tugas (Plt).

Baca Juga: Ngotot Buat Nyapres, Airlangga Golkar Malah Ditentang Anak Buahnya: Elektabilitasnya Tiarap, Punya Banyak Kasus, Dia Cuma Jadi Beban Partai!

Paskalis juga mengaku bahwa DPD Golkar Papua sama sekali tidak diajak konsolidasi oleh pengurus pusat terkait strategi untuk memenangkan Airlangga yang saat ini sudah ditetapkan sebagai calon tunggal dari Golkar untuk diusung menjadi Capres di Pemilu 2024.

"Di Papua ini sudah menjelang dua tahun ini, masih Plt ini, jadi Papua disini tidak ada konsolidasi partai sama sekali, apalagi terkait pemenangan Airlangga, biasa-biasa saja," kata Paskalis saat dihubungi Populis.id, Kamis (1/9/2022).

Paskalis merasa, pengurus pusat Partai Golkar seakan memandang sebelah mata DPD Partai Golkar Papua. Ia menyebut ini sebagai salah satu kekurangan yang dimiliki Airlangga karena tidak bisa membangun hubungan baik terhadap pengurus yang ada di daerah.

"Ini kan kelemahan dia juga, harusnya dia kalau mau konsolidasi ke seluruh daerah di nusantara, jadi Papua tidak ada apa-apanya berarti bagi beliau," ujarnya.

Baca Juga: Alamak! UAS Kembali Ungkit Ceramah Salib Tempat Jin Kafir Bersemayam, Nggak Main-main, Ngomongnya Di Depan Pemeluk Kristen

Mantan Anggota DPR RI itu mengatakan, bahwa DPD Golkar Papua sedikit berbeda dengan pengurus yang ada di daerah lain. Sebab DPD di Papua sama sekali tidak masalah jika capres yang diusungnya bukan Airlangga.

"Di Papua itu sebenarnya tidak ada masalah, Airlangga tidak (menjadi capres) pun tidak masalah, tidak seperti daerah-daerah lain, Papua tidak terlalu terporsir untuk mendukung Airlangga," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover