Harga BBM Naik, Jokowi Langsung Digas Rizal Ramli: Nggak Kreatif, Selalu Pakai Cara Gampang, Dasar Koplak!

Harga BBM Naik, Jokowi Langsung Digas Rizal Ramli: Nggak Kreatif, Selalu Pakai Cara Gampang, Dasar Koplak! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Ekonom senior, Rizal Ramli merespons kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kritik keras yang dialamatkan buat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keputusan menaikkan harga BBM menurutnya adalah kebijakan unbrilian alias keputusan tak cerdas.

Rizal Ramli mengatakan dari dulu, pemerintahan Jokowi selalu mengandalkan cara -cara instan untuk mengurai berbagai masalah yang ada di negara ini, dua cara andalan yang kerap ditempuh pemerintah adalah menaikkan harga atau menambah utang negara. 

Baca Juga: Kesal Harga Bahan Bakar Meroket Warga Teriak Lantang: BBM Naik, Jokowi Turun!

“Pemerintah Jokowi tidak kreatif,, selalu mencari cara yg gampang yaitu ‘nambah utang’ dan ‘menaikkan harga2’ yg bikin susah rakyat! Pejabat yg ilmunya cuman segitu, ndak usah S3 !” kata  Rizal Ramli dalam sebuah cuitan di akun twitternya @RamliRizal dikutip Populis.id Senin (5/9/2022).

Rizal Ramli mengaku sangat heran dengan kebijakan penetapan harga baru ini, sebab saat ini harga minyak dunia cenderung turun, hal ini membuat banyak negara menurunkan harga BBM mereka, namun yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. 

“Negara lain menurunkan harga BBM, Indonesia menaikkan – dasar koplok,” kata Rizal Ramli.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan harga BBM naik. Kepala Negara mengatakan subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. 

“Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Jokowi, pada Sabtu 3 September 2022. 

Jokowi mengatakan, dirinya sebenarnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi APBN. Namun dia mengatakan anggaran subsidi BBM terus naik. 

“Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan akan meningkat terus,” tuturnya. 

Baca Juga: PKS dan Partai Buruh Kompak Tolak Keras Kenaikan Harga BBM, Ruhut Sitompul: Terserah Mau Ngomong Apa, di Hati Rakyat Tetap Jokowi

Selain itu, menurut Jokowi, saat ini subsidi BBM lebih banyak digunakan kelompok ekonomi mampu yakni sebanyak 70 persen 

“Seharusnya uang negara itu diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan di waktu yang sulit,” ujarnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover