Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Tolak Kenaikan Harga BBM

Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Tolak Kenaikan Harga BBM Kredit Foto: Achmad Rizki Muazam

Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan mayoritas masyarakat menolak kenaikan harga BBM.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyebut, 58,7 persen masyarakat menyatakan sebaiknya BBM tidak dinaikkan, meskipun itu berpotensi menambah beban utang negara.

"Hampir 60 persen masyarakat menyatakan sebaiknya BBM enggak usah dinaikkan, walaupun itu akan menambah utang," ujar Djayadi dalam rilis hasil survei secara daring, Minggu (4/9/2022).

Baca Juga: Fahri Hamzah Kritik Keras Kenaikan Harga BBM: Sampai Kiamat Rakyat Tak Terima!

Dia menjelaskan bahwa menaikkan harga BBM bukan kebijakan yang populer di masyarakat. Meski begitu, Djayadi mengaku belum bisa membeberkan hasil survei tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi usai menaikkan harga BBM.

"Saya kira, nanti kita lihat apakah keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, terurama Pertalite dan Solar nanti punya efek negatif terhadap kepuasan kinerja presiden," terangnya.

"Itu baru bisa kita lihat beberapa waktu ke depan," sambung dia.

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Bakal Geruduk Istana Negara Siang Nanti: Tolak Kenaikan Harga BBM!

Sementara itu, menurut Djayadi, dari hasil survei LSI terdapat 26,5 persen masyarakat yang setuju BBM naik untuk mengurangi beban APBN.

Survei LSI ini dilakukan pada 13-21 Agustus terhadap 1.220 responden representatif yang mewakili populasi pemilih secara nasional. Responden survei ini adalah mereka yang sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah.

Metodologi survei yakni multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tinkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Jokowi Langsung Digas Rizal Ramli: Nggak Kreatif, Selalu Pakai Cara Gampang, Dasar Koplak!

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax pada Sabtu (3/9) lalu.

Jokowi beralasan kenaikan ini lantaran APBN sudah tidak sanggung lagi menanggung beban subsidi BBM yang kian meningkat angkanya.

Adapun berikut rincian harganya, pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadir Rp10 ribu per liter, solar dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover