Kaki Tangan Ferdy Sambo Bakal Ada Lagi yang Diseret ke Komisi Etik, Ini Sosoknya!

Kaki Tangan Ferdy Sambo Bakal Ada Lagi yang Diseret ke Komisi Etik, Ini Sosoknya! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Tim Khusus bakal kembali menggelar sidang etik kasus obstruction of justice atau upaya menghalangi proses hukum pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ia mengatakan bahwa sidang kode etik akan digelar untuk meminta keterangan dari polisi berinisial AN dengan pangkat AKBP. Rencananya, Komisi Etik akan mulai memanggil yang bersangkutan pada pukul 10.00 WIB besok.

"Sidang kode etik besok yang akan diselenggarakan dengan terduga pelanggar adalah AKBP AN. AKBP AN besok akan digelar tatap jam 10-an dan juga memeriksa beberapa saksi," katanya kepada awak media pada Senin (05/09/2022).

Baca Juga: Nyonya Sambo Keukeuh Alami Kekerasan Seksual Dari Brigadir J, Kenapa Tak Dilaporkan Pas Kejadian? Sekarang Jika Ada Bukti Maka...

Ia menyebutkan bahwa nasib AKBP AN di kepolisian akan diputuskan besok usai sidang tersebut. Apakah akan dipecat dari Kepolisian atau tidak, semua tergantung sidang komisi etik besok.

"Nanti akan diputuskan oleh sidang komisi Kode Etik terkait dengan masalah terduga pelanggar AKBP AN," ucapnya.

Baca Juga: Bu Putri Candrawathi Belum Ditahan? Guru Besar Ilmu Hukum: Polri Harus Respon Suara Publik!

Sejauh ini, kata dia, Komisi Etik sudah menggelar sidang etik sebanyak tiga kali. Dengan demikian, AKBP AN akan menjadi kaki tangan Sambo keempat yang dibawa ke sidang etik di Gedung TNCC, Mabes Polri.

Diketahui, Tim Khusus Polri menguak dalang perusakan sejumlah CCTV yang terkait dalam peristiwa pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen HK, dan  AKBP AN. Polri mengungapkan telah memeriksa 16 saksi terkait perusakan CCTV di lokasi. 

Baca Juga: Bininya Ferdy Sambo Nggak Ditahan Karena Alasan Kemanusian, Timsus Polri Kena Semprot IPW, Kata-kata Sugeng Menohok Abis!

Sidang etik ini sebagai buntut atas adanya upaya menggalangi proses hukum kasus Brigadir J. Polri mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo yang mengkomandoi anak buahnya untuk menghilangkan rekaman CCTV dan mengutak ngatik Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover