Nah Lho! Blak-blakan Bongkar Chat Seseorang, UAS: 'Mad, Tolong Kirim Bingkisan, Masa Cuma Abangku Aja yang Dapat..'

Nah Lho! Blak-blakan Bongkar Chat Seseorang, UAS: 'Mad, Tolong Kirim Bingkisan, Masa Cuma Abangku Aja yang Dapat..' Kredit Foto: Instagram/Ust Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad (UAS) menyinggung soal cap ekstremis yang disematkan kepada dirinya, terlebih saat dirinya dilarang masuk ke Singapura.

Hal itu disampaikan oleh UAS saat menjadi bintang tamu dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Daniel Mananta Network pada Rabu (31/8/2022).

Baca Juga: Mentang-mentang Brigadir J Enggak Bisa Bela Diri, Eh Isu Pelecehan Hidup Lagi! ‘Komisi-komisi Itu Lembaga Negara yang Dibayar..’

Saat ditanya soal pandangannya soal radikalisme oleh Daniel, UAS pun menjawab bahwa setiap agama pasti ada kelompok ekstremisnya.

Meski begitu, UAS menegaskan untuk tidak menggeneralisir suatu agama akibat adanya kelompok tersebut.

Setiap agama, setiap aliran, ada kelompok ektremnya. Kajilah semua, dari mulai ekstrem Hindu, ekstrem Kristen, ekstrem Buddha,” ucapnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube Daniel Mananta Network pada Selasa (6/9/2022).

Ia menambahkan, “Tapi apakah kita bisa sweeping, hanya karena satu digigit semut lalu kita bakar itu satu pohon, semua semut salah? Itu tidak adil, di mana letak rasa kasih sayang mereka? Kita musti pilah-pilah.”

Setelah itu, soal pertanyaan apakah dirinya memang radikal seperti apa yang dikatakan orang lain, UAS menyuruh masyarakat untuk mengkajinya.

Hal itu bisa dilakukan dengan menonton keseluruhan videonya atau mendatangi kampung halamannya untuk mengetahui bagaimana ia bersosialisasi.

UAS menjelaskan, “Apakah Abdul Somad itu radikal? Mengajarkan kekerasan? Siapa yang tidak sekeyakinan pancung kepalanya? Ya kajilah. Tonton videonya dari A sampai Z. Jangan tonton potongan-potongan.”

Baca Juga: Rakyat Nyesal Pilih Jokowi, Dana Korupsi yang Disita Negara Sampai Dana Konsorsium 303 Mestinya Bisa Buat Subsidi BBM

“Lalu datangi kampungnya. Lihat siapa saja teman dia. Dia pernah enggak bertetangga dengan non muslim,” jelasnya melanjutkan.

Setelah itu, UAS membongkar sebuah chat orang non muslim yang meminta bingkisan kepadanya.

“Dalam perjalanan ke sini, WA masuk ‘Mad, tolong kirim abang bingkisan, masa cuma abangku aja yang dapat’. (dari) Non muslim, tetangga kecil saya, sahabat saya,” terangnya.

“Saya dapat kain sarung, kain sarung itu unik, warnanya warna tantara. Kalau saya pakai salat kan nanti disangka orang .. (makanya) saya kasihlah tetangga saya. Dia mah cocok, tegap, gagah. Dia cerita ke adiknya ‘aku dapat nih, masa kau enggak dapat’, ‘Mad, kau kok enggak ngasih aku’,” pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover