Simak 5 Fakta Demo Tolak Kenaikan BBM Hari Ini

Simak 5 Fakta Demo Tolak Kenaikan BBM Hari Ini Kredit Foto: Istimewa

Harga bahan bakar minyak (bbm) subsidi khususnya Pertalite dan Pertamax mengalami kenaikan sejak hari Minggu (04/09). Keputusan pemerintah menaikan harga bbm bersubsidi menjadi sorotan publik. Banyak publik yang mengeluh dan tidak setuju dengan langkah yang diambil pemerintah. Menurut masyarakat kenaikan bbm akan mempengaruhi banyak aspek kedepannya. Dengan begitu, masyarakat menyampaikan aspirasi menolakan kenaikan bbm lewat demo yang dilakukan pada hari ini (06/09). 

Demo hari ini, Selasa (06/09) diikuti oleh ratusan buruh dan mahasiswa yang dilakukan di depan gedung DPR RI, MPR RI, Senayan, Jakarta. Demo kali ini bukan hanya dilakukan di Jabodetabek, melainkan juga dilakukan di sejumlah provinsi, ada sekitar 20 provinsi di Indonesia. Di luar Jabodetabek, demo dilakukan di depan kantor Gubernur masing-masing. 

Sementara massa yang melakukan aksi di gedung DPR RI, MPR RI, berjumlah sekitar 2000 massa. Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh menjelaskan, massa aksi menuntut DPR RI untuk membentuk panitia khusus BBM DPR RI agar harga BBM bisa turun. 

Baca Juga: PDIP Tersulut Emosi, Gara-Gara PKS Demo Tolak Kenaikan BBM dalam Rapat Paripurna DPRD DKI.. Sampai Bawa-bawa Poster! 

Aksi demo ini dilakukan tepat pada pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Adapun fakta-fakta terkait demo kenaikan harga bbm yang dilakukan hari ini dilansir dari berbagai sumber:

Membawa 3 Tuntutan 

Fakta pertama yaitu demo hari ini membawa tiga tuntutan yakni tolak kenaikan harga bbm, tolak Omnibuslaw UU Cipta Kerja, serta naiknya upah minimum 2023 sekitar 10-13%.

"Yang paling kami tekankan adalah meminta pemerintah RI untuk membatalkan tentang kenaikan harga BBM, kalau anda tanya sama kami, yang mengorganisir aksi ini adalah Partai Buruh dan organisasi Serikat buruh termasuk KSPI dan juga ORI KBBI kemudian KSBSI, ada juga Serikat Petani Indonesia, Serikat Nelayan, dan juga forum buruh dan tenaga honorer," jelas Said Iqbal selaku Presiden Partai Buruh. 

Demo ini merupakan awalan dan akan terjadi terus menerus jika pemerintah tidak mengabulkan tiga tuntutan tersebut. 

Demo Serentak di 20 Provinsi Indonesia 

Demo tolak kenaikan harga bbm bukan hanya dilakukan buruh dan mahasiswa di Jabodetabek melainkan juga dilakukan di 20 provinsi di Indonesia. 

Hanya provinsi Papua dan Papua Barat yang tidak menggelar aksi demo serentak karena faktor keamanan yang tidak mumpuni. 

Seperti demo tolak kenaikan bbm yang dilakukan di Makassar berakhir ricuh, karena demonstran diserang oleh sekelompok yang tidak dikenal. Lalu aksi demo yang digelar di Surabaya sempat ricuh, sehingga 1.917 personel diturunkan untuk menjaga keamanan. 

Tidak ada jumlah pasti massa di luar Jabodetabek, namun massa aksi di Jabodetabek yang menggelar aksi demo di DPR, MPR, Senayan, Jakarta berjumlah sekitar 2000 massa. 

Sindir Megawati dan Puan Maharani 

Harga bahan bakar minyak (bbm) yang mengalami kenaikan tidak hanya terjadi pada masa pemerintahan Jokowi. Flashback kebelakang, di zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengalami hal ini. 

Lebih lanjut lagi, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, 2008 silam, terpotret Megawati dan Puan Maharani menangis ketika SBY menaikan harga bbm. 

Para massa aksi demo juga turut menyindir dan mempertanyakan di mana air mata para petinggi PDIP ketika Presiden Jokowi menaikan harga bbm. 

Baca Juga: Walk Out dari Rapat Tolak BBM, Anggota Dewan Fraksi PKS Ramai-ramai Temui Mahasiswa Demo: Ini Kedzaliman yang Luar Biasa dari Pemerintah!

Ada 3.000 Personel Berjaga-Jaga 

Dalam aksi demo yang serentak dilakukan di 20 Provinsi dan akan terus menerus dilakukan ini ada 3.000 personel gabungan yang akan berjaga-jaga khususnya aksi demo di gedung DPR RI, MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat (06/09).

"Untuk yang di DPR ini sekitar 3000 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa (06/09).

Diturunkan 3000 personel untuk berjaga-jaga agar demo berlangsung tertib, tidak berlangsung ricuh, dan tidak merusak fasilitas umum.

Ada Pergantian Shift Antara Buruh dan Mahasiswa

Diketahui elemen yang tergabung dalam demo kali ini adalah buruh dan mahasiswa. Para buruh sejak pukul 10.00 WIB sudah melakukan aksi unjuk rasa. Sehingga terpantau, pada pukul 14.30 WIB para buruh sudah meninggalkan gedung DPR RI. 

Namun setelah buruh membubarkan diri, puluhan mahasiswa mulai berdatangan ke Gedung DPR RI untuk kembali melanjutkan aksi demo tersebut. Jumlah mahasiswa yang  berdatangan tidak sebanyak jumlah buruh. 

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini