Usai Buruh dan Mahasiswa, Kini Giliran Driver Ojol Yang Demo Tolak Kenaikan BBM

Usai Buruh dan Mahasiswa, Kini Giliran Driver Ojol Yang Demo Tolak Kenaikan BBM Kredit Foto: Viva

Kebijakan pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (bbm) menuai banyak kontra dikalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang protes terkait kebijakan tersebut. Protesnya masyarakat disuarakan lewat aksi demo yang dilakukan. Usai buruh dan mahasiswa, kini giliran driver ojol (ojek online) yang demo tolak kenaikan harga bbm

Bukan di gedung DPR, MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, para driver ojol melakukan aksi unjuk rasa di depan kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada Jumat (09/09). Adapun para driver ojol ini tergabung dalam Laskar Malari. 

Adapun 3 tuntutan yang dibawa dalam demo kali ini yaitu:

  1. Biaya sewa aplikasi ojek online maksimal 10gi semua aplikator 
  2. Pemerintah wajib mempercepat adanya payung hukum bagi profesi ojol (ojek online)
  3. Rasionalisasi tarif ojek online nasional atas dampak kenaikan harga bbm. 

Baca Juga: Ratusan Driver Ojol Geruduk Kantor PKS Sampaikan Keluhan Kenaikan Harga BBM

Baca Juga: Ini Dia Rincian Kenaikan Tarif Ojol, Mulai Berlaku 10 September

Para driver ojol mengeluh lantaran imbas kenaikan harga bbm ini paling berasa untuk semua para driver ojol. Terlebih bagi mereka yang menjedikan driver ojol sebagai profesi utama. 

Driver ojol merasa sangat dirugikan dan paling terdampak akibat kenaikan bbm ini. Pasalnya mereka menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja, bensin mereka yang membeli, perawatan motor pun dari mereka sendiri, bahkan hingga jaket pun mereka membeli. Lantas jika biaya aplikasi 20rapa untuk kami? Tanya para driver ojol. 

Mereka juga menagih pemerintah untuk mengeluarkan payung hukum untuk profesi ojol. Pasalnya pemerintah sudah berjanji menyediakan payung hukum dari 2018 namun hingga sekarang belum terealisasi dengan baik. 

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini