'Bharada E Harus Dihukum Lebih Berat dari Ferdy Sambo Karena Dia Kan Hanya Ngaku-ngaku Aja..'

'Bharada E Harus Dihukum Lebih Berat dari Ferdy Sambo Karena Dia Kan Hanya Ngaku-ngaku Aja..' Kredit Foto: Screencapture/Tiktok

Farhat Abbas memberikan pernyataan kontroversialnya soal kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo dan Bharada E.

Tidak seperti kebanyakan orang yang mengkritik tindakan Ferdy Sambo, Farhat Abbas justru memberikan pembelaan kepadanya.

Baca Juga: Enggak Ada Takut-takutnya! Habis Sebar Data Puan dan Erick Thohir, Kini Hacker Bjorka Bongkar Data Luhut, Ternyata..

Farhat bahkan merasa hukuman Ferdy Sambo harus yang paling ringan, sedangkan hukuman Bharada E harus lebih berat karena ia yang menembak Brigadir J.

“Kalau menurut saya, Sambo harus yang paling ringan,” ucapnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube Uya Kuya TV yang videonya diunggah pada Sabtu (10/9/2022).

Ia melanjutkan, “Bharada E (harus dihukum) lebih berat dari Sambo karena Bharada E ini kan hanya ‘ah daripada gue ketahuan, gue ngaku-ngaku (disuruh) aja’ kan kira-kira seperti itu.”

Saat ditanya apakah menurutnya Bharada E berbohong, Farhat menjawab, “Dia tidak loyal satu, kedua dia memanfaatkan momen hanya untuk menghindari hukuman berat sehingga dia membuat dia justice collaborator, padahal enggak ada pengaruhnya.”

Hal itu karena ada bukti penembakan yang dilepaskan oleh Bharada E kepada mendiang Brigadir J.

Farhat mengatakan, “Kecuali enggak ada bukti tembakan, misalnya diracun. Ini kan dari cara uji balestik kan udah ketahuan bahwa siapa yang nembak, pelurunya siapa, bisa ketahuan.”

Menurutnya, orang yang mungkin memiliki dendam, ingin mendapat uang, hingga kenaikan jabatan justru adalah Bharada E.

“Kalau masalah Sambo membuat rekayasa menembak sana-sana itu kan bagian supaya tidak ketahuan doang. Tapi kalau yang berani, yang dendam, yang mungkin ingin dapat uang Rp1 miliar, ingin naik pangkat, ingin aman, itu mungkin dia (Bharada E),” tegasnya.

Baca Juga: Jokowi Sudah 4 Kali Ngomong! Mantan Danjen Kopassus Kesel Liat Kasus Ferdy Sambo: Kalau Gua Jadi Presiden, Gua Tabok Kepala Kapolri...

“Kalau dia enggak berani mengatakan ‘saya tembak komandan’, enggak mungkin lah (terjadi penembakan), enggak mungkin berani. Kalau dia mengingatkan ‘Pak ingat pak, daripada masuk penjara pak’,” sambungnya.

Jika Bharada E mengaku takut dibunuh Ferdy Sambo sehingga tidak bisa menolak perintahnya untuk membunuh Brigadir J, Farhat justru menyatakan hal itu tidak mungkin.

Ia menekankan kalau Ferdy Sambo membunuh seseorang bukan karena keinginannya, tapi karena sakit hati.

“Kalau dia takut dibunuh, enggak mungkin lah. Wong Sambo ini membunuh orang bukan gara-gara dia ingin membunuh orang, tapi karena dia sakit hati, dia minta supaya ‘tolong dibantu, jangan saya membunuh’. ‘Nanti kalau kamu yang bunuh, kamu yang mengaku, saya bantu kamu’,” jelasnya.

Selain itu, Farhat merasa sejumlah anggota Polri yang membantu Ferdy Sambo juga memiliki persepsi yang sama bahwa eks Kadiv Propam itu membunuh Brigadir J karena perbuatan yang dilakukan kepada istrinya, Putri Candrawathi.

“Saya rasa orang-orang yang membantu Sambo, jenderal maupun itu, sudah punya persepsi yang sama bahwa ini terjadi karena memang Brigadir Josua itu melakukan sesuatu yang sudah keterlaluan dalam hal mengganggu istri Pak Sambo,” jelas Farhat.

Baca Juga: Terbaring di Rumah Sakit, Benarkah Putri Candrawathi Terjangkit HIV/Aids?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover