Kembali Bicara Motif Ferdy Sambo Habisi Brigadir J, Omongan Pak Mahfud MD Dijamin Bikin Melongo, Pasang Kuping Baik-baik!

Kembali Bicara Motif Ferdy Sambo Habisi Brigadir J, Omongan Pak Mahfud MD Dijamin Bikin Melongo, Pasang Kuping Baik-baik! Kredit Foto: Instagram/Mahfud MD

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali berbicara soal motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang diotaki oleh eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Sebelumnya Mahfud sempat menyebut motif pembunuhan itu menjijikan dan hanya boleh didengar orang dewasa.

Kali ini Mahfud menyebut, kasus ini tak harus diungkap motifnya sebab dalam rekomendasi Komnas HAM yang diserahkan ke pihaknya sudah jelas disebutkan bahwa peristiwa berdarah di Duren Tiga itu jelas pembunuhan berencana.

Berpatokan pada rekomendasi Komnas HAM, maka para tersangka utamanya, seperti Ferdy Sambo sudah jelas diancam pakai pasal 340 dan 38 yakni pidana hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ngotot Bilang Bininya Dibanting Terus Diperkosa, Ibunda Brigadir J Langsung Nyamber, Omongannya Nggak Disangka-sangka!

"Memang betul, kalau dari laporan (Komnas HAM) ini juga memang sudah jelas tuh perencanaan pembunuhan (berencana) pasal 340 dan 38 sehingga kalau Ferdy Sambo biasa mengelak soal Motif, itu tidak harus ada. Tapi boleh ada juga kedangkalan hakim ingin tau juga karena motif itu apakah pelakunya ini orang sehat apa orang gila sehingga dicari motifnya," kata Mahfud saat konferensi pers usai menerima laporan Komnas HAM di kantornya, Senin (12/9/2022). 

Kedati menyebut motif dari peristiwa pembunuhan itu harus ditemukan dan dikemukakan, namun di sisi lain, Mahfud meminta agar polisi jangan sampai berhenti mencari tahu hal-hal yang melatarbelakangi peristiwa itu. 

"Kalau sudah tidak jelas sebenarnya cukup. Tapi apakah (karena motif) emosional, terencana itu terserah polisi yang mengolah dan polisi kan tau mana yang harus didalami mana yang tidak. Saya juga sudah koordinasi dengan Kapolri," katanya. 

Sebagaimana diketahui hingga saat ini polisi belum membeberkan motif pembunuhan Brigadir J, namun Ferdy Sambo dan istrinya tetap ngotot mempertahankan alibi mereka. Keduanya kompak menyatakan peristiwa pembunuhan dilakukan karena pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi. 

Sebelumnya pihak kepolisian telah menutup kasus tersebut, dengan tidak memproses laporan Putri Candrawathi yang  dilayangkan di Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi menghentikan dugaan kasus  ini karena memang tidak ada pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Baca Juga: Beber Data Pribadi Tito Karnavian, Hacker Bjorka Blak-blakan Ungkap Omongin Ferdy Sambo, Ternyata Oh Ternyata…

Setelah polisi menutup kasus ini, Putri Candrawathi mengubah keterangannya, dia menyebut dirinya dilecehkan saat mereka sedang berada di Magelang, Jawa Tengah. Pengakuan Putri kemudian ikut diamini oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan melalui sejumlah rekomendasi mereka yang diserahkan ke pihak kepolisian. 

Pernyataan Ferdy Sambo dan Putri yang turut disokong dua Komnas itu justru bikin publik berang, sebab isu pemerkosaan itu dinilai hanya akal-akalan untuk meringankan hukuman pasangan suami istri itu. 

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover