Saling Menutup-nutupi Kesalahan dalam Kasus Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Brigadir J Ungkap Hal Ini, Mengejutkan!

Saling Menutup-nutupi Kesalahan dalam Kasus Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Brigadir J Ungkap Hal Ini, Mengejutkan! Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak mengungkapkan ada kemungkinan kode senyap alias konspirasi dalam kasus pembunuhan kliennya.

Martin mengatakan kode senyap atau saling menutup-nutupi kesalahan dalam kasus Ferdy Sambo ini mungkin sudah terjadi sejak awal kasus ini mencuat ke publik.

“Lalu pertanyaannya sekarang adalah apakah masih terjadi?, patut kami duga masih terjadi, karena tidak ada transparansi,” ujar Martin, dilansir dari kanal Youtube tvOneNews, Selasa (13/9/2022).

Ia menyebutkan Kepolisian sudah mencoba melakukan transparansi seperti saat rekonstruksi, namun hal tersebut justru malah merugikan pihak korban lantaran tidak dihadirkan dalam proses rekonstruksi, lalu tak ada keterlibatan media independent serta tak ada suara rekonstruksi terjadi.

“Walaupun memang mencoba untuk melakukan transparansi seperti saat rekonstruksi, mereka siarkan melalui tv mereka sendiri tanpa dihadirkan media independent secara langsung, lalu tidak adanya suara,” katanya.

Mengenai hal itu lah yang memperkuat jika dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini memang ada code of silence yang dilakukan oleh beberapa pihak didalamnya.

Baca Juga: Omongan Istri Bripka RR Menohok, Siap-Siap Ferdy Sambo Dapat Serangan Balik, Ngeri!

“Itu juga yang akhirnya menimbulkan tafsir bagi masyarakat bahwa memang ada upaya code of silence,” tuturnya.

Martin juga menilai ada dua hal dalam rekonstruksi yang tidak transparansi. Pertama mengenai pengacara korban Brigadir J yang tak boleh melihat proses rekonstruksi secara langsung.

“Pertama kami (pengacara) tidak dihadirkan. Padahal tidak ada keterangan yang jelas untuk melarang, hanya menjelaskan bahwa para pihak yang bisa mengikuti (rekonstruksi) adalah tersangka dan penyidik ataupun kuasa hukum dari tersangka. Tapi tidak ada larangan untuk pihak lain maupun kuasa korban atau pihak korban untuk ikut mengamati,” ujarnya.

Martin menyebutkan hal kedua, saat sidang kode etik Ferdy Sambo. Pada saat itu, tidak ditayangkan prosesi siang dari awal hingga akhir.

Lalu, kedua mengenai transparansi di sidang etik. Dalam sidang etik ini tak ditayangkan dari awal sampai dengan akhir. 

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J? Ternyata Oh Ternyata, Begini Penjelasan Ketua Komnas HAM

“Jadi hal-hal yang sifatnya fundamental dan substantif yang mana masyarakat bisa memantau sebenarnya ‘apa sih duduk perkaranya, kenapa sih dia lakukan itu dan apa saja yang mereka lakukan’ kan tidak bisa kita lihat,” tuturnya.

Baca Juga: Ditolak Heru Budi, Inikah Alasan Reuni Aksi 212 Tidak Digelar di Monas?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover