Ikut Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Siswa SMA Ditangkap Pak Polisi, Eh Teman-temannya Langsung Teriak: Ini Pembungkaman!

Ikut Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Siswa SMA Ditangkap Pak Polisi, Eh Teman-temannya Langsung Teriak: Ini Pembungkaman! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Sekelompok pelajar dari beberapa SMA di Jakarta ikut turun ke jalan untuk memprotes kenaikan harga Bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) kelompok pelajar yang menamai diri Aksi Federasi Pelajar itu datang dan bergabung dengan massa  dari mahasiswa yang sedang menggelar aksi unjuk rasa dengan agenda yang sama yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat Selasa (13/9/2022).

Selain membawa agenda penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang disebut bakal berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok, para remaja ini juga lantang menuntut keadilan bagi para pelajar. Menurut mereka, banyak kebijakan pemerintah yang hingga sekarang ini tidak berpihak kepada  para pelajar. 

Baca Juga: Semobil dari Magelang-Jakarta, Bripka Ricky Ngaku Bakal Selamatkan Brigadir J, Kalau Tahu Rencana Pembunuhan Ferdy Sambo

"Kalau lihat situasi hari ini banyak kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, khususnya pelajar. Mulai dari RUU Sisdiknas ada beberapa pasalnya yang masih rancu dan harus diperbaiki sebenarnya," kata Koordinator Aksi Federasi Pelajar, Faith  kepada awak media. 

"Dari RUU itu muncul komersialisasi pendidikan yaitu banyak sekolah swastanisasi yang menyebabkan banyak masyarakat yang hari ini tidak bisa merasakan pendidikan akibat mahalnya sekolah," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Fatih mengaku beberapa rekannya sudah ditangkap polisi ketika mereka dalam perjalanan menuju lokasi unjuk rasa. 

"Di aksi hari ini, setelah kita menyampaikan bahwa aspirasi, ketika kita menyampaikan pendapat, lagi-lagi kawan pelajar itu selalu represinitas, bahkan ada 20 orang kawan kami itu ditahan di Gondangdia. Itu bentuk dari pembungkaman dari kebebasan berekspresi," terangnya.

Lebih lanjut, dia  menyebut, banyak juga kawan-kawan pelajar setingkat SMA di sekolahnya diintimidasi. Salah satu bentuk intimidasi yang dimaksud adalah diancam dikeluarkan dari sekolah karena mengikuti aksi. Itu, kata dia, tidak ada yang namanya kebebasan berekspresi dan berdemokrasi. 

Tak cukup diintimidasi secara fisik, mereka juga ditekan secara siber. Faith menyebut tak sedikit smartphone para pelajar yang disadap, kemudian akun sosmed mereka juga diambil alih oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Pengakuan Komnas HAM Soal Kesadisan Bininya Ferdy Sambo Benar-benar Bikin Bergidik, Putri Candrawathi Disebut-sebut Ikut Tembak Brigadir J!

"Kawan pelajar yang mengikuti aksi biasanya HP-nya disadap, beberapa akun Instagram, Facebook itu pasti dihack. kedua kawan-kawan di sekolah itu pasti ada aturan yang melarang pelajar untuk turun aksi, itu salah satu peringatan dari Kemendikbud biasanya," tutur Faith.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover