Komnas HAM Bingung Ferdy Sambo Pilih Rumah Dinas Sebagai Lokasi Pembunuhan Brigadir J: Kan Bisa Disuruh Naik Motor Terus Ditabrak!

Komnas HAM Bingung Ferdy Sambo Pilih Rumah Dinas Sebagai Lokasi Pembunuhan Brigadir J: Kan Bisa Disuruh Naik Motor Terus Ditabrak! Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merasa ganjil dengan keputusan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang memilih rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan sebagai lokasi untuk menghabisi Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Ketua Komanas HAM, Taufan Damanik menyebut, dengan jabatan mentereng sebagai kadiv Propam Polri ketika itu, Ferdy Sambo seharusnya punya kekuatan besar untuk melakukan aksi pembunuhan yang lebih rapih.

Misalnya meminta anak buahnya mengbisi Brigadir J di luar Jakarta dengan merekayasanya sebagai kasus kecelakaan lalu lintas, atau dia juga bisa meminta orang-orang di luar Propam untuk menghabisi Brigadir J, dengan menggunakan cara pembunuhan seperti, Ferdy Sambo jelas sukar tersentuh hukum dan kasus pembunuhan model begini bisa saja tak terlacak.

Baca Juga: Punya Masalah Kejiwaan dan Jadi Kriminal Paling Berbahaya, Ferdy Sambo Harus Ditahan di Penjara dengan Tingkat Keamanan Super Maksimum!

"Kenapa saya bilang nggak disuruh naik motor ke Depok terus ditabrak? Ngapain dia susah-susah bunuh (Brigadir J) sendiri apalagi di rumah dinasnya sendiri lagi. Kan misalnya gitu. Ini kan nggak. Ini yang aneh menurut saya," kata Taufan dikutip Populis.id dari suara.com Rabu (14/9/2022).

Kendati begitu, kata Taufan dengan memilih rumah dinas sebagai lokasi pembunuhan, Ferdy Sambo bisa juga merasa dirinya sangat besar dengan jabatannya saat itu, sehingga dia sama sekali tidak takut menghabisi ajudannya di rumah dinasnya sendiri dengan perkiran dirinya tetap tidak tersentuh hukum. Namun nyatanya Ferdy salah menakar dan kasus pembunuhan ini mengemuka ke pubik. 

"Jadi psikologi orang bekuasa yang sangat besar itu, yang menyebabkan dia (Ferdy Sambo) nggak khawatir melakukan eksekusi itu di rumah dinasnya. Dia merasa bisa gerakkan semua. Kan memang dia lakukakan obstruction of justice itu. Dia kan melakukan itu semua," tuntasnya. 

Sebagai informasi, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, kelimanya yakni Ferdy Sambo, Putri Candarwathi, Bharada Richarad Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. Dari  semua tersangka itu empat diantaranya sudah dijebloskan ke tahanan, sementara Putri Candrawathi belum ditangkap dan ditahan. 

Baca Juga: Disebut Ikut Nembak Brigadir J Hingga Tewas, Deolipa Yumara Duga Putri Candrawathi Seorang Psikopat Kayak Ferdy Sambo, Alamak!

Dia mendapat keistimewaan dengan alasan kemanusian sebab yang bersangkutan masih mengasuh bayinya yang baru berusia 1,5 tahun.

Baca Juga: Reuni 212 Nggak Digelar di Monas Tapi di Masjid At-Tin, Begini Penjelasan Tangan Kanan Habib Rizieq, Simak Baik-baik!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover