Nggak Terima Divonis 5 Bulan Penjara Gegara ‘Makeupin’ Penista Agama Pakai Kotoran Manusia, Napoleon Sesumbar: Ini Mujahid Loh, Hakim Zalim!

Nggak Terima Divonis 5 Bulan Penjara Gegara ‘Makeupin’ Penista Agama Pakai Kotoran Manusia, Napoleon Sesumbar: Ini Mujahid Loh, Hakim Zalim! Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memvonis Irjen Napoleon Bonaparte dihukum penjara lima bulan. Jenderal bintang dua itu divonis bersalah atas kasus penganiayaan terhadap tersangka penista agama Islam, M Kece. Dimana Bonaparte saat itu sampai melumuri M Kece dengan kotoran manusia. 

"Menyatakan, terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penganiayaan secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte dengan pidana penjara selama 5 bulan dan 15 hari," kata Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (15/09/2022).

Baca Juga: Komentari Pembunuhan Brigadir J Sambil Teriak-teriak Polisi Bajingan Gatot Nurmantyo: Anak Buah Sendiri Dibunuh dengan Penuh Kesadaran!

Majelis hakim mempunyai beberapa pertimbangan dalam memvonis tersebut. Pertama, sudah seharusnya Napoleon tidak perlu melakukan tindakan demikian. Karena sebagai Anggota Polri dengan pangkat perwira tinggi sudah seharusnya terdakwa mengerti dan memahami respons seperti apa yang tepat dan benar jika ada seseorang yang telah melakukan penghinaan atau penistaan agama.

"Di mana respon yang tepat yaitu dengan menggunakan mekanisme hukum positif yang berlaku dengan melaporkannya kepada pihak berwajib," tuturnya.

Majelis Hakim juga tak bisa menerima jika alasan untuk melakukan kekerasan kepada Kece adalah demi membela agama. Bila demikian,  maka semua orang akan melakukan hal-hal yang serupa dengan alasan pembelaan agama masing-masing.

"Dan tentulah akan menimbulkan chaos. Padahal terdakwa dengan jelas telah mengetahui adanya ketentuan undang-undang yang masih berlaku untuk menindak para pelaku penistaan agama atau penghinaan agama. Dan sudah banyak pelaku kasus penistaan agama, atau penghinaan agama termasuk saksi M Kace dijatuhi pidana berdasarkan ketentuan UU yang berlaku," tuturnya.

Sementara itu, Napoleon mengatakan bahwa vonis ini merupakan bukti jika yudikatif diintervensi oleh eksekutif karena secara hukum yang seharusnya dikenakan Pasal 352 KUHP, itu penganiayaan ringan bukan berat. 

Baca Juga: Ngotot Ngaku Dilecehkan, Putri Candrawathi Ternyata Pernah Minta Bayi, Omongannya ke Brigadir J Dibongkar Habis-habisan, Ternyata…..

"Kedua, dari sudut pandang agama ini kan mujahid ini bela agama loh bukan main-main. Jadi problem seriusnya jadi yurisprudensi mujahid membela agama dihukum. Itu menurut saya kedzoliman tersendiri dari hakim," pungkasnya.

Baca Juga: Ditolak Heru Budi, Inikah Alasan Reuni Aksi 212 Tidak Digelar di Monas?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover