Singgung Kenaikan Harga BBM hingga Infrastruktur, Pangeran Cikeas Nyinyirin Pemerintahan Jokowi, Kata-katanya Menohok Abis!

Singgung Kenaikan Harga BBM hingga Infrastruktur, Pangeran Cikeas Nyinyirin Pemerintahan Jokowi, Kata-katanya Menohok Abis! Kredit Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyentil keras pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin terkait keputusan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurut AHY keputusan menaikan harga BBM jelas tidak bijak, sebab hal ini bakal berimbas ke berbagai persoalan lain yang ujung-ujunganya hanya menyengsarakan masyarakat. 

Lagpula, kenaikan harga BBM ini kata AHY sangat  tidak masuk akal sebab harga minyak dunai saat ini cenderung turun, selaras, beberapa negara juga menurunkan harga BBMnya, namun Indonesia malah menaikan harga bahan bakar di tengah berbagai kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat. 

Baca Juga: BLT Jokowi Habis-habisan Kena Nyinyir Pangeran Cikeas: Dulu Dihina-hina, Katanya Menghamburkan Uang Negara!

"Jangan sebaliknya ketika harga minyak dunia turun kok malah harga BBM dinaikkan," kata Agus di Rapimnas Demokrat, Jumat (16/09/2022).

Menurut AHY,  kenaikan harga BBM sekarang ini sudah mulai merembet ke masalah lain, salah satunya adalah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. 

"Minyak goreng, telur ayam, cabe, beras, bawang, kedelai makin sulit dijangkau oleh masyarakat kita. Pilihannya hanya ada dua, barang yang ada tapi harganya gila-gilaan atau harganya terjangkau tapi barangnya tidak ada," tuturnya.

Tidak hanya menyentil soal kenaikan harga BBM, AHY juga mengkritik pemangunan inrastruktrur yang dilakukan pemerintahan Jokowi selama 10 tahun belakagan.  Menurutnya pembangunan yang digenjor pemerintah sekarang terlampau berlebihan, itu hanya membuang buang uang rakyat. 

Baca Juga: Putri Candrawathi Tetap Keukeuh Klaim Diperkosa, Eh Diceletukin Orangnya Brigadir J: Becek dan Busuk!

"Tidak terlalu dibutuhkan adalah proyek infrastruktur yang sangat ambisius. Pembangunan infrastruktur memang penting dan beberapa proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah mulai dirasakan manfaatnya. Namun ketika keuangan negara sangat berat, ditambah beban utang yang tinggi, maka perlu dilakukan penundaan," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover