SBY Mau Turun Gunung Gegara Cium Bau Kecurangan Pilpres 2024, Sekjen PDIP Ungkit Puncak Kecurangan Pemilu 2019: Buktinya...

SBY Mau Turun Gunung Gegara Cium Bau Kecurangan Pilpres 2024, Sekjen PDIP Ungkit Puncak Kecurangan Pemilu 2019: Buktinya... Kredit Foto: Asprilla Dwi Adha

PDI-Perjuangan menyorot tajam pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku akan turun gunung karena menduga adanya kecurangan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut, SBY tidak bijak dengan mengeluarkan pernyataan tersebut. Ia lantas menyinggung dugaan kecurangan yang terjadi di Pemilu 2009. 

"Mohon maaf Pak SBY tidak bijak. Dalam catatan kualitas pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan yang terjadi dalam sejarah demokrasi, dan hal tersebut Pak SBY yang bertanggung jawab," kata Hasto kepada wartawan, Sabtu (17/9/2022). 

Menurutnya, era kepemimpinan Suharto tidak ada manipulasi daftar pemilih tetap (DPT). Namun di era SBY dugaan manipulasi DPT terjadi. 

"Salah satu buktinya ada di Pacitan. Selain itu Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati, yang seharusnya menjadi wasit dalam pemilu, ternyata kemudian direkrut menjadi pengurus teras Partai Demokrat. Di luar itu, data-data hasil Pemilu kemudian dimusnahkan. Berbagai bentuk tim senyap dibentuk," tuturnya. 

Selain itu, menurut Hasto, SBY menggunakan dana hasil kenaikan BBM untuk kepentingan elektoral. Pada saat bersamaan, kata dia, terjadi politisasi hukum terhadap lawan politik SBY. 

Baca Juga: Mengejutkan! Eko Kuntadhi: Saya Kenal Ganjar tapi Ganjar Nggak Kenal Saya, Warganet Nyeletuk Sandiwara Lagi, Lagu Lama Bro

Kemudian Hasto menyebut, rezim SBY telah mendorong liberalisasi politik melalui sistem pemilu daftar terbuka. Puncak liberalisasi politik dan liberalisasi di sektor pertanian, kata dia, terjadi zaman SBY.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini

Populis Discover