Apa Itu Neoliberalisme?

Apa Itu Neoliberalisme? Kredit Foto: Inter Press Service

Neoliberalisme merupakan ideologi maupun model kebijakan yang menekankan pada nilai persaingan pasar bebas dan sering kali dikaitkan dengan ekonomi laissez-faire.

Neoliberalisme menunjukkan eksistensinya pada tahun 1940-an dan 1950-an dalam studi integrasi fungsional dan studi integrasi regional pada tahun 1960-an.

Pada tahun 1970-an, studi neoliberalisme meluas hingga transnasionalisme dan interdependensi kompleks.

Dalam mencapai keamanan dan perdamaian, negara-negara independen harus mengumpulkan sumber daya serta loyalitas dan diserahkan sebagian pada kedaulatan untuk menciptakan komunitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan merespons isu-isu regional.

Baca Juga: Syarief Hasan Dukung Menlu Dorong Resolusi Damai di Myanmar

Oleh sebab itu, Neoliberalisme merupakan pemikiran yang menekankan pada dampak kegiatan lintas batas dan Ekonomi Politik Internasional (EPI) yang tengah berkembang dan ditandai dengan globalisasi yang memberi dasar bagi liberalisme sosiologis.

Karakteristik neoliberalisme yakni keyakinannya pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sebagai sarana untuk mencapai:

  1. Kemajuan manusia.
  2. Kepercayaannya pada pasar bebas sebagai alokasi sumber daya yang paling efisien.
  3. Penekanannya pada intervensi negara yang minimal dalam urusan ekonomi dan sosial dan Komitmennya terhadap kebebasan perdagangan dan modal.
  4. Menambah koneksi antar negara dan aktor bukan negara.
  5. Pengakuan berbagai kanal untuk interaksi antar negara.
  6. Menurunnya penggunaan kekuatan militer sebagai alat negara untuk mencapai keberhasilan kepentingan nasional.

Interdependensi ekonomi neoliberalisme tidak menghilangkan hegemoni dan ketergantungan dalam hubungan antar negara karena kekuasaannya tidak merata di seluruh perdagangan dan pasar keuangan dunia.

Baca Juga: Rektor Puji-Puji Mas Anies, Selama Dipimpin Anies, Alhamdulillah Jakarta Damai

Perbedaan Neoliberalisme dan Liberalisme

Perbedaan pendekatan neoliberalisme dengan pendekatan liberal adalah dengan mengakui beberapa asumsi penting realisme, diantaranya, bahwa negara ialah aktor kesatuan yang secara rasional menekan kepentingan mereka dalam sistem anarki.

Menurut liberalis, individu dianggap dapat mengembangkan diri masing-masing dan dapat menyejahterakan dirinya. Sementara itu, neoliberalisme menganggap negara adalah aktor penting dalam konsep negara-bangsa karena memegang peranan penting dalam hubungan negara maupun hubungan internasional.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Pintu Masuk Internasional

Menurut Keohane dan Nye (1972) bahwa dalam neoliberalisme memandang bahwa Rezim dan institusi membantu mengontrol sistem internasional yang anarki dan kompetitif serta mendorong multilateralisme dan kerja sama sebagai kepentingan keamanan nasional.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini