Ajaib! Cuma dengan Berkebun, Hukuman Koruptor Bisa Disunat Lho.. Apa Hubungannya ya?

Ajaib! Cuma dengan Berkebun, Hukuman Koruptor Bisa Disunat Lho.. Apa Hubungannya ya? Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Beberapa waktu lalu, ramai soal para koruptor yang hukumannya kerap disunat sehingga mereka bisa keluar dari penjara lebih cepat dari masa hukuman yang seharusnya.

Terbaru, Jaksa Pinangki yang divonis 10 tahun ternyata mendapat diskon menjadi empat tahun, tetapi belum genap dua tahun ia justru sudah bisa menghidup udara bebas.

Baca Juga: Koalisi Demokrat-PKS-NasDem Sudah 80 Persen, Loyalis SBY: Jangan Ada yang Menghalang-halangi

Hal itu menimbulkan banyak kecaman dari publik karena tidak hanya Pinangki, tetapi banyak koruptor lain yang hukumannya juga disunat.

Menyinggung fenomena tersebut, sebagai seorang pengacara, Hotman Paris Hutapea pun menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.

Saat berbincang-bincang dengan Deddy Corbuzier, Hotman menegaskan bahwa hal itu bisa saja terjadi karena sudah diatur dalam undang-undang dan ada syarat yang harus dipenuhi.

Sebenarnya tidak hanya koruptor, tetapi setiap terpidana memang memiliki hak untuk mendapat pembebasan bersyarat setelah ia menjalani 2/3 dari masa hukuman yang seharusnya.

“Memang sudah keluar undang-undang yang baru tahun 2022, di mana setiap terpidana, bukan hanya koruptor, yang telah menjalani 2/3 masa hukuman bisa bebas bersyarat sehingga jika dikurangi dengan remisi maka dia bisa menjalani hanya setengah masa hukuman,” jelasnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Selasa (20/9/2022).

Setelah itu, ia pun memberikan contoh kasus Pinangki yang mendapat diskon hukuman hingga kurang dari setengah masa hukuman yang sesungguhnya.

Hotman mengatakan, “Syaratnya dalam undang-undang itu adalah berkelakuan baik.”

Baca Juga: Pantes Aja Penyidik Pada Takut, Orang Kartu Trufnya Dipegang Ferdy Sambo! 'Lu Periksa Gue, Gue Bongkar Lu!'

Ia sendiri mengaku sempat bertanya apa yang dimaksud sebagai syarat berkelakuan baik itu kepada Kepala Humas Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Menurutnya, salah satu kelakuan baik yang bisa dilakukan agar mendapat diskon hukuman adalah dengan berkebun.

“Ya antara lain dia berkebun,” pungkas Hotman menirukan jawaban yang diterima.

Mendengar jawaban tersebut, Deddy pun merasa heran dan mempertanyakan korelasi antara koruptor berkebun dengan penilaian perilaku yang baik.

“Apa hubungannya koruptor berkebun dianggap berkelakuan baik?” tanya Deddy ke Hotman.

Hotman kemudian menjelaskan bahwa dengan berkebun, para terpidana berarti menunjukkan sisi humanisnya sehingga berdasarkan undang-undang, ia berhak untuk mendapat diskon hukuman.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover