Astaganaga! Wanita Iran Ramai-ramai Lepas dan Bakar Hijab Gegara Hal Ini

Astaganaga! Wanita Iran Ramai-ramai Lepas dan Bakar Hijab Gegara Hal Ini Kredit Foto: Istimewa

Sejumlah wanita Iran melepas dan membakar hijab mereka sebagai bentuk protes terhadap tindakan pihak kepolisian terhadap Mahsa Amini, seorang warga lokal yang ditangkap dan ditahan karena tak mengenakan hijab. Kekinian Mahsa Amini diketahui meninggal dunia saat berada di dalam tahanan.

Adapun aksi melepas dan membakar hijab itu dilakukan saat mereka menggelar aksi unjuk rasa memprotes aksi represif pihak kepolisian, demonstrasi itu digelar serempak di puluhan kota di Iran sebagaimana dilansir Populis.id dari Alarabiya News Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Nggak Dipenjara! Ustadz Ini Beberkan Keberadaan Ferdy Sambo: Dia Nginap di Hotel Aston, Bukan di Mako Brimob, Ini Semua Sandiwara!

Aksi protes ini juga digelar di dua kota konservatif di Iran yakni kira Mashhad dan Qom. Mashhad diketahui kota tempat kelahiran Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan juga merupakan lokasi suci dimana terdapat kui suci yang diperuntukkan untuk delapan Imam Syiah. Sementara Qom, dijadikan sebagai ibu kota agama Iran karena terdapat banyak ulama senior Syiah berada di Qom.

Video aksi pembakaran hijab ini juga kini ramai beredar di media sosial, salah satu akun yang mengunggah peristiwa itu adalah pengguna twitter dengan nama akun @1500tavsir

Momentum ini juga dimanfaatkan kaum wanita Iran untuk memprotes aturan hijab yang diberlakukan di negara itu. Total unjuk rasa itu  telah berlangsung selama lima hari terhitung sampai Selasa 20 September 2022, atau empat hari setelah otoritas setempat mengumumkan kematian Mahsa Amini di penjara.

Baca Juga: Pegang Banyak Rahasia, Ferdy Sambo Ngancam-ngancam Polri: Ya Sudahlah Kamu Tahan Saya, Tapi Istri Saya Jangan Coba-coba!

Pihak kepolisian setempat telah mengklarifikasi kematian wanita belia itu, disebutkan dia meninggal karena sakit keras, setelah ditahan beberapa. Mereka membantah yang bersangkutan meninggal karena dianiaya.  

Dalih polisi lantas mendapat protes keras dari sejumlah aktivis wanita, mereka tidak yakin Mahsa Amini meninggal lantaran sakit. Mereka menyebut jika terjadi aksi pemukulan terhadap Amini di dalam tahanan sehingga mengalami cedera serius dan berujung kematian.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini