Bertambah Lagi, Terbukti Nggak Profesional Usut Kasus Brigadir J, Iptu Januar Arifin Dapat Sanksi Demosi 2 Tahun

Bertambah Lagi, Terbukti Nggak Profesional Usut Kasus Brigadir J, Iptu Januar Arifin Dapat Sanksi Demosi 2 Tahun Kredit Foto: isitimewa

Mantan Pamin Den A Ropaminal Divpropam Polri Iptu Januar Arifin selesai menjalani sidang etik kasus pembunuhan Brigadir J. Januar dijatuhkan sanksi demosi selama dua tahun.

"Sanksi administratif yaitu berupa mutasi, berupa demosi selama 2 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri," ujar Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

"Atas putusan tersebut, pelanggar menyatakan tidak banding," lanjutnya.

Perbuatan Januar dinyatakan tercela. Hal itu, membuat ia diwajibkan meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan tertulis ke pimpinan Polri.

"Ketiga, kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama 1 bulan," tuturnya.

Baca Juga: Ternyata Oh Ternyata Begini Penjelasan Private Jet Brigjen Hendra Kurniawan, IPW Ungkap Hal Ini

Diketahui, Iptu Januar terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf c, Pasal 6 ayat 2 huruf b, Pasal 10 ayat 1 huruf f, Peraturan Kepolisian Negara RI Nomor 7 Tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Kepolisian Negara RI.

"Adapun wujud perbuatannya adalah ketidakprofesionalan di dalam melaksanakan tugas," ujar Nurul.

Sidang Iptu Januar mengenai kasus obstruction of justice atau upaya penghalangan usut kasus pembunuhan Brigadir J digelar Selasa (20/9/2022) kemarin, selama kurang lebih 9 jam. Saksi yang dihadirkan sebanyak enam orang termasuk Kombes Agus Nurpatria.

Baca Juga: Nah Lho! Ferdy Sambo Masih Percaya Diri Walau Sudah Jadi Tersangka, Ada Dukungan dari Kakak Asuh dan Adik Asuh?

"Saksi-saksi di dalam persidangan terdapat 6 orang, yaitu Kombes ANP, AKP IF, Iptu HT, Aiptu SA, Aipda RJ, dan Briptu SMH," katanya.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini